Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka SMP di Jepara Digelar Berbarengan dengan PAS

MURIANEWS, Jepara – Pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka di SMP se-Kabupaten Jepara, dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus untuk melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) di sekolah masing-masing.

Sebanyak 73 SMP dari jumlah total sebanyak 97 SMP, baik negeri maupun swasta ikut dalam terlibat dalam kegiatan ini.

Kabid SMP di Disdikpora Jepara, Haryanto menyatakan, pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka dan PAS ini dilakukan dilakukan dengan ketentuan yang jelas. Terutama dalam kaitan dengan penerapan protokol kesehatan.

Di dalam kelas, jarak tempat duduk peserta diatur renggang. Selanjutnya, agar kegiatan tatap muka terbatas ini sesuai SKB 4 Menteri tertanggal 20 November 2020 dan Perbup Nomor 52 Tahun 2020, jadwal PAS juga diatur hingga 11 hari agar sekolah bisa mengatur penjadwalan PAS dalam dua sif.

Masing-masing sif melaksanakan tesPAS untuk satu mata pelajaran dengan waktu 60 menit. Sedangkan jeda untuk masing-masing shift diberi waktu 60 menit, untuk menghindari terjadi kerumunan akibat pertemuan antara siswa yang masuk pada sif pertama dengan sif berikutnya.

“Jadwalnya mulai Senin (30/11/2020) sampai Jumat (11/12/2020). Dalam pelaksanaannya kami akan melakukan pengawasan secara ketat. Termasuk juga melakukan koordinasi dengan pihak Satgas Covid di masing-masing lokasi sekolah,” ujar Haryanto, Senin (30/11/2020).

Dalam pelaksanaan simulasi, sejumlah arahan juga diberikan. Orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti tatap muka terbatas, harus dilayani lewat daring atau pembelajaran jarak jauh.

Selanjutnya, jika perkembangan Covid-19 menunjukan kearah yang tidak baik, maka simulasi pembelajaran secara tatap muka terbatas ini akan langsung dihentikan. Hal ini sudah menjadi kebijakan yang harus dipatuhi oleh semua sekolah yang terlibat.

Dalam hal ini, Disdikpora Jepara juga menegaskan agar tidak terjadi penumpukan antrian siswa. Selama siswa berada di lingkungan sekolah harus ada petugas yang selalu mengontrol, jangan sampai ada yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Kemudian, setiap hari harus dilakukan rapat evaluasi bersama di masing masing satuan pendidikan atas setiap persoalan atau kendala yang terjadi. Setiap kendala harus ada solusinya sehingga hari berikutnya bisa berjalan lebih baik.

“Kami sudah menggariskan agar bila ada sesuatu yang perlu dikoordinasikan dengan satgas Covid-19, terutama dengan puskesmas atau yang lain, harus segera dilakukan koordinasi intensif agar persoalan bisa teratasi dengan baik. Bila situasi di lapangan terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan pihak sekolah kesulitan mengatasi, maka hari berikutnya kegiatan Simulasi dan PAS harus dilaksanakan lewat daring,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...