Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

SMP Swasta di Jepara Diduga Jadi Klaster Corona, 15 Siswa Terpapar

MURIANEWS, Jepara – Penularan Covid-19 di Kabupaten Jepara kembali meningkat. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jepara, menyampaikan adanya tambahan 32 kasus baru, pada Sabtu (28/11/2020) malam.

Jumlah ini termasuk kategori tinggi, sejak Jepara dinyatakan masuk dalam zona oranye, Agustus 2020 lalu.

Satu hal yang menjadikan perhatian adalah, adanya dugaan klaster corona di lingkungan sebuah SMP swasta di Jepara.

Sesuai dengan hasil lab yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, diduga ada 15 orang anak dengan usia kisaran 13-15 tahun, yang masuk dalam daftar kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka merupakan siswa dari sebuah SMP swasta di Jepara.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Moh Ali membenarkan informasi ini. Memang dari 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 yang diumumkan pihaknya pada Sabtu (28/11/2020) malam, 15 orang memang merupakan anak-anak usia SMP.

Namun demikian pihaknya tidak bersedia menyebutkan sekolah mana yang dimaksud.

“Iya memang benar, ada klaster covid di sebuah SMP swasta di Jepara. Terakhir dari hasil pengembangan melalui tracing, muncul 15 orang anak yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Saat ini penanganan lebih lanjut masih kami lakukan,” ujar Moh Ali, Minggu (29/11/2020).

Moh Ali sendiri menyatakan belum bisa memberikan keterangan terkait kenapa klaster baru ini bisa muncul di sekolah tersebut.

Sejauh ini, kasus ini bermula dari diketahuinya satu orang siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian dilakukan penelusuran.

Awalnya ada tambahan dua orang yang terkonfirmasi, yang kemudian dilakukan pengembangan lagi, hingga muncul 15 kasus baru yang masuk dalam daftar yang diumumkan pada Sabtu (28/11/2020) malam.

Dengan tambahan 32 kasus baru, maka jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jepara sudah mencapai 2.695.

Dari jumlah tersebut sebanyak 2.584 di antaranya melibatkan masyarakat Jepara. Sisanya merupakan masyarakat dari luar Jepara.

Sementara diketahui juga ada 1.978 orang atau 76,55 persen sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan sebanyak 413 orang (15, 98 perseb) masih dalam penanganan. Di luar itu angka kematian meningkat menjadi 193 orang (7,47 persen).

Terkait dengan SMP yang dimaksud, MURIANEWS sudah berusaha menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono.

Namun sampai berita ini dimuat, yang bersangkutan belum berhasil dimintai konfirmasinya mengenai kasus ini.

Namun sejauh ini, Disdikpora Jepara masih belum mengizinkan dilakukannya sistem pembelajaran tatap muka.

Kebijakan yang seringkali disampaikan oleh Disdikpora Jepara, terkait pandemi adalah tetap menjalankan pembelajaran secara daring.

Namun demikian, di beberapa sekolah atau lembaga pendidikan di Jepara, saat ini sudah ada yang ‘kucing-kucingan’ nekat memberlakukan pembelajaran tatap muka.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...