Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

KPU Grobogan Manfaatkan Aplikasi Si Rekap untuk Perekapan Suara Pilkada

MURIANEWS, Grobogan – Selain dilakukan manual, KPU Grobogan bakal menggunakan alat bantu penghitungan suara berbasis teknologi untuk Pilkada 2020 mendatang. Yakni, aplikasi rekapitulasi perekapan suara atau Si Rekap.

Komisioner KPU Grobogan Suwiknyo mengatakan, sebelum digunakan, seluruh PPK sudah mengikuti uji coba nasional penggunaan aplikasi Si Rekap. Pelaksaan uji coba dilangsungkan selama tiga hari, dari tanggal 24-26 November 2020 kemarin.

Dijelaskan, dalam pilkada tahun ini ada beberapa perbedaan untuk perekapan suara. Sesuai dengan regulasi dalam PKPU No 18/2020, nomenklatur terkait dokumen berita acara dan sertifikat penghitungan suara ada perbedaan dibandingkan pada pelaksanaan sebelumnya.

“Kalau dulu berupa angka, sekarang berisi sesuai dengan jenis kebutuhannya. Sesuai dengan kesepakatan rapat dengar pendapat KPU RI dengan Komisi II, KPU dalam rangka rekapitulasi di tingkat KPPS menggunakan alat bantu yang namanya Si Rekap. Akan tetapi, untuk pedoman rekapitulasi itu sendiri, saksi pasangan calon serta pengawas TPS akan tetap diberikan salinan hasil secara manual,” jelas Suwiknyo, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Suwiknyo, aplikasi Si Rekap tersebut menjadi alat bantu publikasi KPU yang sangat membantu karena bisa memeriksa melalui foto C hasil pleno di masing-masing TPS.

Penggunaan aplikasi yang menggunakan layanan internet itu terdapat beberapa kendala karena ada daerah di Grobogan yang sinyal internetnya lemah. Namun, hal itu tidak akan menghalangi proses rekapitulasi.

“Karena dalam peraturan PKPU, ketika sinyal tidak ada, maka KPPS diperbolehkan bersama saksi dan pengawas TPS untuk mencari tempat yang ada sinyalnya. Kemudian, mereka melakukan proses pengiriman data dari lokasi itu,” tambahnya.

Pelaksanaan perekapan suara dengan menggunakan aplikasi ini dilakukan setelah pemungutan suara yang dilanjutkan dengan penghitungan.

Setelah penghitungan selesai, kemudian ditandatangani KPPS dan dilanjutkan proses digital yakni menggunakan aplikasi tersebut.

“Karena sebagai alat bantu publikasi, masyarakat langsung bisa mengecek hasilnya lewat link di KPU Kabupaten. Namun, itu bukan hasil resmi karena masih dimungkinkan ada beberapa kesalahan dibawah yang kemudian itu diselesaikan di tingkat kecamatan. Untuk hasil resminya, tetap menggunakan rekapitulasi berjenjang dari TPS ke PPK kemudian sampai ke KPU kabupaten,” tambahnya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...