Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Sembako Naik, Pendapatan Pedagang di Kudus Justru Menurun

 

MURIANEWS, Kudus – Harga sembilan bahan pokok (sembako) mengalami kenaikan beberapa bulan terakhir. Hal ini justru membuat pedagang mengeluh lantaran pendapatannya berkurang.

Penyebabnya karena konsumen membeli dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya.

Dari pengamatan MURIANEWS saat menyambangi Pasar Bitingan Kudus harga bawang merah bawang putih, cabai merah dan cabai rawit naik Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram.

Harga bawang merah kecil saat ini mencapai Rp 28 ribu per kilogram. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar Rp 32 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, harga cabai merah saat ini mencapai Rp 26 ribu. Sedangkan cabai rawit menyentuh Rp 16 ribu per kilogramnya.

Hal serupa juga terjadi dengan harga kol yang awalnya Rp 17 ribu per kilogram naik menjadi Rp 27 per kilogram sejak dua pekan terakhir.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Bitingan, Sulastri menyebut jika kenaikan harga kol paling tinggi.

“Kol ini paling tinggi naiknya. Akhirnya kami terdampak karena pendapatan berkurang. Orang biasanya beli satu Kilogram, sekarang belinya paling setengah kilogram,” jelasnya.

Penghasilan per hari warga Desa Jati Kulon itu kini mulai berkurang. “Pendapatan saya per hari jadi turun. Biasanya Rp 300 ribu sekarang paling Rp 150 ribu,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli kol, Yuni yang merupakan warga Desa Jati Kulon mengaku terbebani.

“Biasanya belinya Rp 5 ribu, sekarang harus beli Rp 8 ribu. Sebenarnya ya terbebani. Tapi mau gimana lagi mau engga mau akhirnya ngikuti,” ujarnya.

Keluhan akibat pendapatan yang turun juga disampaikan oleh pedagang daging ayam, Eni Handayani. Menurutnya harga ayam saat ini Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan harga itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu.

“Dulu itu sekilo Rp 30 ribu. Tapi sekarang jadi Rp 35 ribu. Kalau mau Desember pasti naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut dia pendapatannya menurun. “Kalau harganya naik seperti ini ya konsumennya menurun. Sekarang sehari paling jual 50 kilogram. Dulu bisa jual 80 kilogram,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Teddy Hermawan mengatakan, untuk kelompok sayuran memang sedang naik.

“Benar untuk kelompok sayuran memang naik. Tingkat kebutuhan masyarakat naik karena punya gawe mantenan dan sunatan,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

Dia menambahkan, faktor cuaca turut berpengaruh. “Tingkat produksi agak terganggu karena saat ini musim hujan. Sehingga produktivitas menurun karena faktor alam,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...