Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pasangan Kekasih Ini Bikin Getuk Kekinian untuk Bertahan di Masa Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 membuat pasangan kekasih asal Desa Besito, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus memutar otak untuk tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan hasil keringatnya sendiri.

Mereka yakni Arvin Ahmad Maulana (27) yang akrab disapa Ajo dan Rezky Pratamaylida (19) yang akrab disapa Eky. Perekonomiannya sempat terguncang di masa pandemi.

Diceritakanya, Ajo yang merupakan pegiat seni pertunjukkan, tak bisa lagi menunjukkan lagi taringnya. Terlebih usaha produksi batiknya juga hampir kesulitan untuk melakukan produksi, lantaran sepinya pembeli yang datang.

Berbeda dengan kekasihnya Eky, yang setelah lulus sekolah bekerja sebagai baker (pembuat roti) di kafe dan resto yanh ada di Kalimantan. Namun, pandemi membuatnya harus berkemas dan memilih pulang ke kampung halaman.

“Jadi ada pandemi itu, keluarga khawatir dan meminta saya untuk pulang dan meminta saya untuk bekerja di Kudus saja. Sekitar awal bulan Juli saya pulang ke Kudus,” kata Eky saat ditemui MURIANEWS di kediamanya Jumat (27/11/2020).

Ajo dan Eky sedang memproduksi getuk cilik (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Dengan kondisi tersebut, uang tabungan mereka berdua yang sudah dikumpulkan pun habis. Karena kurang lebih selama dua bulan mereka tanpa berpenghasilan, mau melamar kerja pun sangat tidak dimungkinkan.

Meski demikian, mereka berdua pun tak patah arang dan memilih merintis usaha di bidang makanan tradisional yang disajikan dengan ala kekinian, yang dinamakan getuk cilik.

“Bulan September itu tabungan sudah sampai habis, lalu Mas Ajo itu ngajak usaha buat camilan makanan tradisional tapi dengan tampilan ala kekinian. Setelah itu kami coba dengan hanya modal uang sebesar Rp 100 ribu,” ungkap Eky.

Sesuai namanya, getuk cilik merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar ketela yang ditumbuk halus kemudian di campur resep rahasia dan diberi berbagai macam rasa di dalamnya. Kemudian disajikan dengan balutan tepung panir dan toping glaze warna-warni ala makanan kekinian.

Getuk cilik, mempunyai tekstur yang lebih lembut dan kenyal serta memiliki berbagai macam bentuk. Bentuk bulat dengan isian cokelat, bentuk oval dengan isian gula merah, bentuk segitiga dengan isian keju, dan bentuk persegi dengan isian stroberi.

Sementara menurut Ajo, selain pilihan mendirikan usaha di masa pandemi, usaha tersebut juga mereka rintis untuk mempersiapkan biaya pernikahan mereka kelak. Sekaligus bekal usaha untuk mempersiapkan kehidupan keduanya nanti.

“Kami juga berencana membuka kedai agar usaha kami semakin berkembang,” ujar Ajo.

Kini, semakin hari getuk cilik produksi mereka berdua semakin banyak diminati pelanggan. Tiap harinya, mereka bisa menjual 10 hingga 20 porsi getuk cilik yang mereka pasarkan melalui online.

“Kami jualnya online, dan bisa mengantar sampai rumah pembeli ataupun COD. satu porsinya harga Rp 10 ribu. Selain jual sudah siap makan, kami juga menyediakan frozen getuk cilik yang belum di matang atau tinggal goreng,” tandas Ajo.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...