Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buntut Pengisian Perangkat Desa di Pati, Warga Demo

MURIANEWS, Pati – Buntut dari pengisian perangkat desa yang tidak transparan membuat puluhan warga Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti melakukan aksi demo di balaidesa setempat. Mereka pun menbentangkan poster yang bertuliskan “Kadus Harus dari RW 2”.

Warga menilai, kadus dari RW 2 itu, yakni Ali Mohtar lebih pantas untuk menjadi kadus dibandingkan dengan Fria Erlangga. Selain ramah dan cekatan, warga juga sudah terlanjur kepincut dengan Ali.

Salah satu warga RW 2, Desa Bakalan, Koko Dwi Atvyan yang turut aksi mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan hasil yang ada. Sebab dia menilai jika Ali Mohtar merupakan sosok yang sangat pantas untuk menjadi seorang Kadus.

“Intinya nggak setuju sama keputusan kalau yang dijadikan dari RW 1, harus RW 2. Karena yang sering terjun ke desa ini mas Ali. Sementara (calon) yang satu ini kurang bermasyarakat sama warga. Makannya (warga) RW 2 nggak setuju,” kata dia.

Sementara Kades Bakalan Muryanto mengaku menerima masukan-masukan dari warganya. Kemudian, pihaknya akan berkoordinasi dengan penitia pengisian perangkat desa dari kecamatan.

“Ini dari warga RW 2 menuntut calon kadus yang dilantik adalah dari RW 2 (Ali Mohtar). Di sini ada beberapa calon, memang yang (mendapat) nomor satu itu dari RW 1 (Fria Erlangga),” jelasnya.

Muryanto mengakui, Ali Mohtar merupakan sosok yang ringan tangan di desanya. Dalam artian setiap ada permasalahan dan dimintai pertolongan, dia itu cepat membantu. Terutama ada kematian ataupun kecelakaan. Sebelum dia mencalonkan diri pun sudah seperti itu.

Setelah aksi ini, pihaknya akan segera menemui panitia kecamatan untuk melakukan konsultasi. Sebab, terkait rekomendasi memang masih ada banyak evaluasi. Apalagi, banyak timbul permasalahan dari tes tertulis pada pengisian perangkat desa tersebut.

“Memang dengan cara ini agak susah. Kalau CAT (Computer Assisted Test) kan langsung diumumkan. Ini lebih transparan. Bisa saja (ada) calon yang jika dilihat dari kemampuan di lapangannya itu tidak sesuai dengan nilai yang di dapat (ketika tes),” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...