Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Jepara Tutup TPA Gemulung, Ini Alasannya

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, sejak April 2020 lalu sudah menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gemulung, Pecangaan, Jepara. Penutupan ini dilakukan karena kemampuan TPA seluas 1,2 hektare ini sudah tidak mampu dikembangkan lagi.

Selain itu, dampaknya terhadap masyarakat sudah menimbulkan masalah. Pemkab Jepara sendiri saat ini tengah menyiapkan TPA baru di Sengon Bugel, Mayong.

Penutupan TPA Gemulung sendiri, pada akhirnya menimbulkan penilaian beragam. Ada yang menyatakan kebijakan ini berkaitan dengan adanya rencana pengembangan pabrik besar yang ada di sekitar lokasi.

Terkait hal ini, pada perkembangan terakhir juga sudah melibatkan pihak-pihak di DPRD Jepara. Kepentingan pabrik besar disebut-sebut melatar-belakangi kebijakan ini, sehingga sempat menjadi perdebatan antara eksekutif dan legeslatif di Kabupaten Jepara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Elida Farika menyatakan, kecurigaan-kecurigaan seperti itu tidak beralasan. Dalam hal ini pihaknya melaksanakan kebijakan itu sesuai dengan aturan yang ada.

Penutupan TPA Gemulung, menurutnya tidak dilakukan serta-merta. Prosesnya bahkan sudah dimulai sejak 2013 lampau. UU No 18 Tahun 2008 beserta turunannya, menjadi dasar dari kebijakan yang akhirnya diambil Pemkab Jepara.

Sesuai dengan aturan itu, TPA pendamping seperti TPA Gemulung harus dilakukan pengkajian ulang. Jika dalam kajian yang dilakukan sudah tidak memenuhi syarat-syarat seperti yang diatur dalam aturan tersebut, maka diwajibkan untuk melakukan penutupan. Dari kajian yang dilakukan, TPA Gemulung pada kenyataannya memang sudah tidak memenuhi syarat, dan harus ditutup.

“Karena dasar itu, maka pada tahun 2017 kami mengajukan usulan untuk melakukan kajian itu. Kemudian pada 2018 oleh Bapeda Jepara usulan itu dibahas dalam Musrenbangkab, dan baru pada tahun 2019 kegiatan kajian bisa dilaksanakan. Hasilnya selesai pada akhir 2019 dan menghasilkan rekomendasi untuk dilakukan penutupan. Sehingga pada April 2020, kami menyatakan dilakukan penutupan TPA Gemulung tersebut,” ujar Elida Farika, Jumat (27/11/2020).

Bersamaan dengan itu, DLH Jepara juga mengajukan usulan kegiatan kajian untuk pembangunan TPA baru untuk kebutuhan Jepara. Ada tiga lokasi yang direncanakan, masing-masing di zona utara, tengah dan selatan. Sejauh ini, baru yang untuk lokasi di Sengon Bugel, Mayong yang sudah direncanakan.

Di lokasi seluas kurang lebih 8 hektare, pengelolaan TPA akan menerapkan sistem Roll Develompment Fuel (RDF). Sehingga sampah yang masuk akan diolah menjadi berbagai sumber energi yang bisa digunakan. Pabrik-pabrik besar dan PLTU akan diajak bekerjasama memanfaatkan sumber energi yang dihasilkan di TPA itu. Proyeksinya, paling cepat pada 2022 baru bisa diwujudkan.

Sedangkan TPA Gemulung sendiri, tidak akan digunakan untuk kepentingan apapun. Sebab sesuai dengan aturan, lahan tersebut harus direcovery selama kurun waktu minimal 20 tahun. Sampai waktunya tiba, lokasi tersebut tetap akan dipelihara dan diawasi agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Dengan kondisinya yang saat ini ada, tumpukan sampah yang ada dimungkinkan memproduksi gas metan yang tetap harus diawasi.

“Jadi kalau ada yang mengkait-kaitkan hal ini dengan kepentingan pabrik besar, saya kira tidak beralasan. Lokasi itu tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan apapun selama kurun waktu 20 tahun ke depan. Aturannya seperti itu, dan tentunya Pemkab Jepara tidak akan melanggar ketentuan ini, karena ada konsekuensinya,” tambah Elida Farika.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...