Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tren Corona di Kudus Naik, Kini Ada 100 Pasien Dirawat dan 101 Isolasi Mandiri

MURIANEWS, Kudus – Kasus corona di Kabupaten Kudus hingga akhir November 2020 terus merangkak naik. Hingga Jumat 27 November 2020 saja, kasus aktif yang kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan tembus seratus orang.

Kemudian untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri, hingga kini berjumlah 101 orang.  Sementara total kasus secara keseluruhan berjumlah 2.489 orang.

Dikutip dari laman corona.kuduskab.go.id, rumah sakit yang menangani paling banyak pasien corona adalah RSUD Loekmono Hadi Kudus. Dengan jumlah pasien sebanyak 41 orang.

Kemudian disusul Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus yang menangani pasien sebanyak 17 orang. Kemudian RS Aisyiah Kudus 14 pasien dan RSI Sunan Kudus sebanyak 12 pasien.

Selain itu, RS Nurus Syifa empat pasien, dan RS Kumla Siwi dan RS Kartika Husada juga merawat masing-masing satu pasien. Serta sepuluh pasien yang dirawat di luar Kudus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi terus mengingatkan masyarakat Kudus untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan begitu, penularan corona bisa dicegah semaksimal mungkin. “Kuncinya ada di 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” katanya.

Andini pun menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Masker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktivitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis, tidak perlu masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih sadar akan etika batuk atau bersin. Mereka, juga diminta untuk mengenakan masker medis ketika tengah mengalami flu dan batuk tersebut.

“Khusus untuk medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...