Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jadi Korban PHK Saat Pandemi, Keluarga di Kudus Ini Bangkit dan Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

MURIANEWS, Kudus –  Pengurangan jumlah karyawan secara besar-besaran kerap terjadi di masa pandemi seperti ini. Selain untuk memangkas biaya produksi, pengurangan karyawan juga dianggap bisa meringankan beban perusahaan.

Para pekerja yang dirumahkan atau malah di-PHK pun sebagian kalang kabut jika tak punya pegangan tabungan. Mengingat kebutuhan pokok, akan terus berjalan seiring bergantinya bulan.

Hal tersebut pun sempat dialami oleh Abdul Hafid dan keluarganya yang tinggal di Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Lima bulan yang lalu, Hafid, adalah seorang korban PHK dari salah satu perusahaan di Kudus.

Pada MURIANEWS, dia dan keluarganya pun mengaku sempat kebingungan pada saat itu. Beban hidup rasanya berlipat. Belum, dengan utang yang digunakan untuk biaya operasi istrinya, Sri Wahyuningsih sebanyak dua kali.

Namun kini, Abdul dan keluarganya bisa sedikit bernapas lega. Keuletan dan kekompakan mereka untuk bangkit dari keterpurukan agaknya membuahkan hasil yang cukup menyenangkan.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo saat berkunjung ke rumah produksi bunga plastik A27 Flower. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Di awal perjalanan, atau tepatnya empat bulan lalu di Bulan Juli 2020, Abdul dan keluarga membuat usaha bunga plastik kecil-kecilan. Itu didasari karena mereka melihat peluang usaha di sana. Dengan modal nekat dan sisa tabungan, akhirnya mereka bergerak.

Yang awalnya hanya menjual beberapa jenis bunga plastik saja, kini sudah banyak variasi yang ludes terjual.  Tak hanya itu, Abdul dan keluarga juga kini merambah ke kerajinan rak minimalis untuk tempat bunga.

“Ayun (Sri Wahyuningsih) yang buat bunganya, saya yang memenuhi kebutuhan rak minimalisnya. Anak dan adik istri saya yang memasarkan, kami semua berupaya untuk bangkit semampu kami saat itu,” kata Abdul saat ditemui Kamis, (26/11/2020) di kediaman rumahnya.

Merk A27 Flower, adalah brand yang membawa mereka sampai di titik ini. Jalannya tak selalu mulus. Saat pertama kali pemasarannya, memang sempat mengalami kendala karena rumahnya yang berada di dalam gang.

Namun karena ketekunan keluarganya berpromosi secara mulut ke mulut dan via online, bunga plastik milik Ayun dan rak minimalis miliknya pun bisa masuk ke pasar perdagangan bunga plastik. Hingga akhirnya produknya mulai dikenal.

“Untuk bunga, modal hanya Rp 200 ribu, kini bisa meraup omzet bersih per harinya bisa sampai Rp 500 ribu. Ini juga dibantu reseller-reseller, sementara untuk rak kayu, bisa sampai Rp 2 juta jika ramai pesanan,” tutur Abdul.

Abdul dan Ayun pun kini juga telah memiliki sejumlah pegawai yang berasal dari tetangga sekitar. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan per harinya.

“Ini semua karena dukungan dari keluarga saya. Ini mungkin masih belum seberapa, untuk saat ini kami masih fokus untuk memulihkan ekonomi kami dan sedikit demi sedikit memberdayakan tetangga jika bisa,” terangnya.

Usaha milik Abdul dan Ayun juga sempat dikunjungi oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo. Istri dari orang nomor satu di Kudus itu pun turut menyemangati Ayun dan suaminya itu.

Dia, juga mengajak semua ibu rumah tangga untuk terus aktif dan berkreasi selama masa pandemi. Dengan begitu, potensi-potensi usaha akan muncul dengan sendirinya. “Bisa maksimalkan semua bakatnya, siapa tau jadi ladang rezeki berikutnya,” kata Mawar.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo juga menyatakan Pemkab Kudus optimistis ada kenaikan pertumbuhan ekonomi pada 2021 mendatang.

Yakni dengan mengandalkan sektor pariwisata melalui desa wisata. Serta pemberdayaan-pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kudus. “Tentu, tentu kami berdayakana, dengan begitu ada pertumbuhan ekonomi tahun depan,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...