Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aktivitas Ekonomi di Kawasan Makam Sunan Muria Mulai Bangkit Kembali

MURIANEWS, Kudus – Aktivitas perekonomian di seputaran objek wisata Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus mulai bangkit kembali. Wisatawan dalam dan luar kota pun tampak berseliweran di seputaran area wisata.

Para penyedia jasa transportasi ojek pun kini hilir mudik mengantarkan para wisatawan yang ingin cepat menuju area makam Sunan Muria. Pedagang kaki lima (PKL) maupun warung makan juga telah membuka lapaknya secara penuh.

Salah satu penyedia jasa layanan ojek Abdul mengatakan, aktivitas memang telah normal kembali walau dengan pembatasan protokol kesehatan.

Namun, jika dilihat dari segi pendapatan, masih jauh dibanding dengan sebelum pandemi.

“Memang sudah normal seperti semula, tapi jika dibandingkan sebelum pandemi masih lumayan jauh perbedaannya,” kata dia Rabu (25/11/2020).

Abdullah sendiri, mulai kembali aktif mengojek usai Lebaran kemarin. Sebelumnya, dia hanya berdiam diri di rumah sembari menunggu kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperbolehkan kembali aktivitas di luar rumah.

“Ya di rumah, mengandalkan tabungan untuk hidup, tapi sekarang alhamdulillah sudah ada pemasukan walau tak seberapa, karena memang berbagi dengan ojek yang lain,” tandasnya.

Sementara Wakirni, pedagang buah-buahan di kawasan Wisata Sunan Muria Kudus mengaku walau wisatawan meningkat pesat, tapi dagangannya masih sepi pembeli. “Ya banyak yang datang, tapi jarang yang membeli,” kata dia.

Pun ketika diliihat dari pendapatan, lanjut dia, masih sangat jauh dibanding sebelum masa pandemi. Wakirni menuturkan, sebelum pandemi penghasilannya bisa mencapai Rp 500 ribuan lebih per hari.

“Namun saat ini hanya berkisar di Rp 100 ribu saja,” tambah dia.

Senada, PKL buah lainnya, Sulikah mengaku hingga saat ini jualannya masih terbilang sepi. Padahal banyak wisatawan luar kota yang sudah datang.

“Ya mungkin juga terdampak pandemi, jadi belum berani menjajakan uangnya banyak-banyak,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...