Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Hanya Ukir, Kopi Asal Jepara Juga Kian Menjanjikan di Pasar Nasional

MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara sejauh ini dikenal sebagai wilayah industri. Terutama industri pengolahan kayu, dengan produk mebel dan ukirannya yang terkenal. Namun ternyata di bidang pertanian, Jepara ternyata juga memiliki potensi yang terus berkembang. Salah satunya adalah potensi komuditas kopinya.

Saat ini usaha untuk mengembangkan potensi kopi asli dari Jepara masih terus dikembangkan. Baik kualitas, kuantitas dan penanganan paska panennya semakin menunjukan sebuah perkembangan yang menggembirakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Diyar Susanto bahkan menyebut, saat ini produksi kopi Jepara telah mencapai sekitar 900 ton pertahun. Jumlah ini sudah menyumbang sekitar 6,5 persen dari total produksi kopi di Jawa Tengah.

Saat ini, lanjutnya, produk kopi Jepara saat ini dikembangkan dari beberapa wilayah di sekitar lereng Gunung Muria. Di antaranya adalah di Desa Tempur (Keling) dan Klepu (Keling).

Karena memiliki cita rasa yang kuat, terutama untuk jenis kopi arabika, produk kopi Jepara sudah mulai dikenal. Pemerintah Kabupaten Jepara, dalam hal ini masih terus melakukan pengembangan bersama para petani kopi yang ada.

”Komuditas kopi Jepara menunjukan perkembangan yang baik dalam beberapa tahun terakhir. Kami tentu saja gembira, dan berharap komuditas ini bisa lebih berkembang. Di Jepara ada dua jenis yang ditanam petani yaitu arabika dan robusta, dan semuanya masih dalam pengembangan lebih lanjut,” ujar Diyar Susanto, Rabu (25/11/2020).

Pemkab Jepara sendiri melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan produk kopi ini. Selain melakukan pendampingan, juga diadakan kegiatan lomba kopi, yang diharapkan bisa memotivasi para petani di dalam mengembangkan usahanya.

Pada Rabu (25/11/2020), DKPP Jepara menggelar lomba kopi yang meliputi beberapa kategori. Di antaranya adalah kopi terbaik dalam hal bentuk fisik hingga cita rasa kopi yang diproduksi.

Sebanyak 37 kelompok tani dari seluruh Jepara, mengikuti ajang yang digelar di Aula Kantor DKPP Jepara ini. Dari sisi jumlah peserta, tahun ini mengalami penambahan.

Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu, jumlah peserta lomba kopi hanya 26 kelompok tani saja. Hal ini juga menjadi salah satu indikator betapa pengembangan kopi di Jepara telah menunjukan arah yang baik.

”Untuk tahun ini, lomba kopi tidak dilakukan dengan menghadirkan banyak peserta secara langsung. Karena protokol kesehatan harus diterapkan, maka pelaksanaannya kami desain dengan tidak menghadirkan seluruh peserta dalam kegiatan ini,” tambah Diyar Susanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro dalam kesempatan yang sama menyebut kopi Jepara sudah memiliki pasar yang baik. Kualitas dan cita rasa kopi Jepara memiliki ciri khas tersendiri dan diminati pasar. Bahkan Kopi Jepara dari sisi produktifitas berada di urutan delapan besar untuk tingkat Jawa Tengah.

Untuk Jawa Tengah sendiri, setiap tahun mampu memproduksi kopi sebanyak 23.000 ton. Produknya memiliki pangsa pasar baik di tingkat lokal, regional, nasional atau bahkan internasional.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...