Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ulama di Jepara Diajak Kolaborasi Perangi Covid-19 di Kota Ukir

MURIANEWS, Jepara – Para ulama di Kabupaten Jepara diminta untuk bisa berpartisipasi aktif di dalam penanganan Covid-19. Mereka diajak untuk berkolaborasi melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

Kolaborasi ini terutama di dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Dengan berkolaborasinya tokoh agama, dan tokoh masyarakat di setiap tingkatan, diyakini penanganan Covid-19 bisa dilakukan lebih efektif.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan hal ini secara langsung melalui beberapa kegiatan. Di antaranya dalam kegiatan silahturahmi dan doa bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Jepara.

“Kolaborasi dengan ulama, dan tokoh masyarakat akan menjadi kunci kesuksesan penanganan Covif-19. Untuk itu kami berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut menyampaikan himbauan dan edukasi terkait covid 19 ini, utamanya menyangkut masalah protokol kesehatan kepada umat,” kata Dian Kristiandi, Rabu (25/11/2020).

Dian Kristiandi juga tidak menampik bahwa saat ini tidak semua tokoh masyarakat sependapat dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah terkiat pencegahan Covid-19. Masih banyak dari mereka, yang menganggap Covid-19 hanya rekayasa. Hal inilah, yang menurutnya menjadi tantangan para ulama, dan tokoh masyarakat untuk meluruskan hal tersebut.

Saat ini, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah setiap harinya di Kabupaten Jepara ataupun di Indonesia atau bahkan dunia. Bahkan pihaknya mengakui masih belum ada tanda-tanda penurunan terkait pandemic covid ini. Sehingga semua elemen bangsa harus bersatu berjuang bersama melawan pandemi ini.

“Mari kembali kami tegaskan mengenai hal ini. Jangan sepelekan covid 19 ini. Kenyataannya tidak hanya kita yang di Jepara yang terkena dampaknya. Namun juga di seluruh dunia, semua menghadapi dampaknya. Jadi marilah kita terus menyatukan tekad dan harapan agar pendemi covid 19 bisa segera berakhir,” tambahnya.

Konsistensi ini diharapkan bisa menjadi kunci kesuksesan dalam penanganan Covid-19. Pada bulan Mei, kasus Covid-19 di Jepara mengalami kenaikan hingga menembus zona merah.

Pada bulan Juli, Agustus, dan September, Satgas Covid-19 bergerak secara simultan untuk melakukan upaya pencegahan. Sehingga akhirnya, di akhir bulan Oktober bisa turun. Kini, di awal bulan November jumlah kasus Covid-19 kembali bertambah. Makah al ini harus menjadi perhatian semua pihak.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...