Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jateng Bakal Terima 21 Juta Vaksin Covid-19, Usia 18-59 Tahun Jadi Sasaran Vaksinasi

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah pusat memberikan jatah vaksin Covid-19 sebanyak 21 juta dosis. Ribuan vaksinator pun telah disiapkan, dan nantinya sasaran vaksinasi adalah warga berusia 18-59 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabiwi, Rabu (25/11/2020) menyebut jika vaksin yang bakal diterima Jateng tepatnya sebanyak 21.525.000 dosis. Pihaknya pun akan menyiapkan sebanyak 2.708 petugas untuk melakukan vaksinasi.

“Alokasi untuk Jateng itu hitungannya berdasarkan jumlah sasaran di Jateng dengan penduduk sekitar 35 juta,” ujar Yulianto.

Ia menyebut, sasaran vaksin adalah mereka yang berumur 18-59 tahun. Distribusinya, sesuai dengan kelompok-kelompok sasaran tertentu.

Terkait merk vaksin, Yuli menyebut hal itu bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Karena, Dinkes Jateng tidak membeli vaksin tersebut secara mandiri.

“Kami sedang mempersiapkan tempat penyimpanan, karena vaksin harus disimpan dalam ruangan yang bersuhu minus 20-40 derajat celcius,” katanya.

Fasilitas kesehatan yang akan melayani vaksinasi ini nanti direncanakan ada sekitar 1.228 unit. Jumlah itu menurutnya masih bisa berkembang.

“Jumlah itu bisa berkembang, tentunya karena vaksinnya tidak langsung, tapi bertahap,” ungkapYuli.

Terkait keterisian tempat tidur isolasi Covid-19, hingga 23 November 2020 sudah terpakai 75 persen. Dari jumlah tempat tidur sebanyak 5.124, terpakai 3.889 unit, sementara yang tersedia sebanyak 1.235 unit.

Sedangkan, untuk keterisian tempat tidur ICU, sudah terisi 62 persen. Dari 402 unit tempat tidur, terpakai 253 unit dan sedang kosong 149 unit. Yulianto menyebut, kondisi tersebut merata di seluruh Jateng, namun adapula yang masih kosong.

Guna menyiasati itu, pihaknya menggunakan sistem rujukan elektronik untuk mengarahkan pasien ke tempat tidur yang kosong.

“Menyikapi ini, semua rumah sakit rujukan kami minta untuk segera menambah jumlah tempat tidur, baik isolasi dan ICU. Dari beberapa rumah sakit, tempat tidur Isolasi ada tambahan 508 tempat tidur dan  ada tambahan 68 ICU dan akan bertambah terus,” paparnya.

Secara teknis, penambahan tempat tidur isolasi maupun ICU bisa dilakukan sesegera mungkin. Karena, manajemen rumah sakit cukup mengubah fungsi tempat tidur umum, menjadi perawatan Covid-19.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...