Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Awas, Begal Payudara Beraksi di Jalan Raya Kudus

MURIANEWS, Kudus – Netizen di Kota Kretek digegerkan dengan adanya postingan tentang aksi bekal payudara yang terjadi di Jalan Kudus-Pati. Peristiwa yang terjadi di sebelah barat lampu merah RM Bambu Wulung itu menimpa seorang gadis yang masih duduk di kelas X SMA.

Postingan tentang aksi begal payudara itu diunggah di grup FB Lintas Kudus, Selasa (24/11/2020) pukul 21.39 WIB malam tadi. Postingan itu sudah menuai 452 komentar dan 16 kali dibagikan.

Disebutkan jika yang menceritakan peristiwa itu adalah teman yang saat itu berboncengan dengan korban. Peristiwanya disebutkan malam tadi sekitar pukul 20.05 WIB.

Saat itu, ia dan korban sedang membeli beberapa keperluan di wilayah Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus.

Ketika menuju perjalanan pulang, keduanya melewati jalan UMK ke timur dan saat sampai depan IAIN Kudus, keduanya dibuntuti seorang pria dengan motor Honda CB dengan ciri-ciri gendut dan hitam.

“Waktu itu aku naik motornya kenceng, dia (pelaku) juga ikut kenceng, saat pelan juga ikut pelan. Sesampainya di barat lampu merah Bambu Wulung pelaku nyalip sambil remas payudara temenku,” adunya seperti yang tertulis di postingan Lintas Kudus.

Ia bersama korban sempat mengejar pelaku tersebut. Namun akhirnya pelaku berhasil kabur masuk ke gang sebelah timur Taman Bumi Wangi.

Saat dihubungi MURIANEWS, teman korban yang enggan disebutkan namanya tersebut membenarkan. Yang bersangkutan juga mengirimkan foto dan video pelaku kepada MURIANEWS.

“Itu kan waktu mau pulang ke rumah, malah sebelum bangjo (lampu merah Bambu Wulung) itu ada orang naik CB yang sudah mengikuti semenjak lewat IAIN. Ia menyalip dan meremas payudara teman saya,” ujarnya.

Baca: Begal Payudara Kembali Beraksi di Pati, Kali Ini di Desa Pasucen

Menurutnya, ciri-ciri pelaku berbadan gendut berkulit gelap (hitam), memakai sarung hitam, jaket hitam, helm hitam, dan memakai tas berwarna hitam. Ia dan temannya (korban) menurutnya masih duduk di bangku kelas X SMA.

“Sempat terkejar tapi waktu itu takut ndak berani berhenttin. Setelah itu belok ke gang. Juga gak kepikiran buat teriak, tidak berani,” akunya.

Menurutnya, kejadian tersebut belum dilaporkann kepada kepolisian. Namun, pihaknya berharap agar pelaku begal tersebut bisa segera tertangkap.

“Memang belum lapor, (kami) masih di bawah umur. Ya semoga bisa segera tertangkap karena cukup meresahkan, ya sempat shock juga dengan kejadian itu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...