Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Khawatir Corona Meroket, Gubernur Jateng Usul Libur Bersama Akhir Tahun Dihapus

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pemerintah pusat menghapus rencana pemberian libur bersama pada akhir tahun mendatang. Dikhawatirkan libur panjang itu akan membuat grafik kasus corona kembali meroket.

Terlebih dari hasil analisa pascalibur panjang akhir Oktober lalu, terjadi peningkatan kasus yang sangat besar.

“Saya usulkan, enggak usah ada libur bersama. Sebab setelah kami analisis, hipotesis kami bahwa peningkatan kasus konfirmasi positif di Jateng akhir-akhir ini karena libur panjang yang kemarin,” kata Ganjar usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, Selasa (24/11/2020).

Ia menyebut, usai libur panjang akhir Oktober terjadi peningkatan kasus corona yang cukup besar pada 10-12 November 2020.

“Sebenarnya sudah kami hitung, makanya saya berharap akhir tahun nanti jangan ada libur bersama. Sudah secukupnya saja liburnya, karena saat ini rasa-rasanya kita semua banyak di rumah, sekolah ya di rumah. Every day rasanya seperti sunday,” tegasnya.

Sebelumnya pemerintah berencana memberikan libur panjang pada akhir tahun ini. Setidaknya dalam aturan yang ada, tercatat ada 11 hari libur.

Namun, pemerintah berencana melakukan pengurangan hari dalam libur panjang itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 yang biasanya muncul pascalibur panjang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo membenarkan bahwa tingginya kasus akhir-akhir ini salah satunya karena dampak libur panjang.

Namun, kondisi itu menurutnya tidak hanya Jawa Tengah. Tapi juga di beberapa daerah juga mengalami hal yang sama.

“Itu sudah dianalisis oleh pemerintah pusat, dan memang ada pengaruh (libur panjang) itu,” ucapnya.

Meski naik, Yulianto belum bisa memastikan berapa persentasenya. Sebab, hal itu harus dianalisis sesuai data harian.

“Ya kita membandingkan saja, sepeka sebelum libur panjang dan sepekan sesudahnya, itu terjadi kenaikan. Tapi soal jumlah pastinya, itu harus dianalisis harian,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...