Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

20 Desa di Kudus Mulai Cairkan BLT Dana Desa Tahap Tujuh

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 20 desa di Kabupaten Kudus mulai mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap ketujuh November 2020 ini. Proses pencairan BLT DD tahap enam di 20 desa itu juga sudah rampung, sehingga dilanjutkan pencairan tahap berikutnya.

Kasi Keuangan dan Aset pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus Slamet merincikan 20 desa tersebut, yakni Desa Nganguk dan Sidorekso yang telah mencairkan tahap tujuh pada 5 November 2020 lalu.

Kemudian Desa Langgardalem, Karangampel, Papringan, Banget, Setrokalangan, dan, Sambung yang telah melakukan pencairan pada 18 November 2020 lalu.

Selanjutnya, adalah Desa Rendeng, Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Jetiskapuan , dan Tanjungkarang yang mencairkan bantuan pada 20 November 2020 kemarin.

Pencairan BLT DD tahap tujuh juga telah dilakukan oleh Desa Ploso dan Prambatan Kidul, Glantengan, dan Glagah Kulon pada 23 November kemarin.

“Senin kemarin juga, Desa Nganguk juga sudah melakukan pencairan tahap delapan,” ucap dia Selasa (24/11/2020).

Selain Desa nganguk, empat desa lainnya juga direncanakan akan melakukan pencairan tahap delapan Rabu (25/11/2020) besok. Yakni Desa Rendeng, Banget, Tanjungkarang, dan Jetis Kapuan.

Sementara untuk desa yang akan melakukan pencairan tahap ketujuh besok adalah Desa Krandon , Kedungdowo, dan Kalirejo.

“Aturannya memang diperbolehkan, dalam satu bulan bisa mencairkan dua tahap BLT DD sekaligus, Namun memang, tidak bisa dicairkan dalam satu kali pemberian. Pencairan bisa dilakukan setelah Pemdes mencairkan tahap demi tahap,” jelas dia.

Untuk diketahui semua desa di Kabupaten Kudus dipastikan bisa mencairkan BLT DD tahap tujuh hingga sembilan. Dengan nominal per kepala keluarga mencapai Rp 300 ribu.

Jumlah penerima bantuan di masing-masing desa, berbeda-beda. Tergantung Dana Desa yang dimiliki masing-masing desa.

Untuk dana desa di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen dialokasikan BLT. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai dengan Rp1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...