Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pasien Aktif Covid-19 di Kudus Melambung Jadi 194 Orang

MURIANEWS, Kudus – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus melambung ke angka 194 kasus hingga Minggu (22/11/2020) siang. Itu terjadi karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus mencatat ada 32 kasus baru pada Sabtu malam.

Sementara, secara keseluruhan kasus Covid-19 dalam wilayah sudah menyentuh angka 2.406 kasus. Sebanyaj 194 kasus di antaranya merupakan kasus aktif. Dengan rincian, sebanyak 78 pasien menjalani perawatan dan 116 pasien menjalani isolasi mandiri.

Kemudian ada sebanyak 1.848 pasien yang sudah sembuh dari corona. Sementara untuk kasus meninggal dunia kini menyentuh angka 267 orang.

Juru bicara GTPP Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan, penambahan pasien kali ini, tersebar merata di sembilan kecamatan di Kudus. Dengan penambahan paling banyak, berasal dari Kecamatan Jekulo.

“Ada sepuluh kasus baru di Jekulo, disusul Kecamatan Jati sembilan kasus, dan Kaliwungu empat kasus baru,” kata Andini Minggu siang.

Sementara penambahan lainnya, lanjut dia, berasal dari Kecamatan Gebog, Bae, dan Mejobo yang masing-masing menyumbang dua kasus baru. Serta maisng-masing satu kasus baru di Kecamatan Dawe, Kota, dan Undaan.

“Kami juga mencatat ada empat kematian pasien corona dengan status positif baru, yakni di Kecamatan Bae, Jati, Kota, dan Kaliwungu,” sambungnya.

Walau demikian, kenaikan kasus baru juga dibarengi dengan kenaikan pasien sembuh. Di mana ada 17 pasien corona yang telah dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

“Walau demikian bukan berarti masyarakat boleh mengendurkan protokol kesehatan,” tegas dia.

Andini menambahkan, saat ini cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan corona adalah dengan menerapkan 3M dengan ketat.

Yakni mencuci tangan sebelum atau setelah beraktifitas dan menyentuh barang. Kemudian menggunakan masker tiga lapis ketika berada di luar rumah. Hingga menjaga jarak untuk menghindari kontak fisik.

“Jika itu bisa dimaksimalkan maka akan bisa mencegah penularan,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...