Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Realisasi Penerimaan Pajak di Kudus Hampir Seratus Persen

MURIANEWS, Kudus – Realisasi penerimaan pajak Kabupaten Kudus hingga 17 November 2020 kemarin mencapai Rp 106,79 miliar. Jumlah ini sudah mendekati target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 108,15 miliar.

“Hampir seratus persen, sekitar 98,75 persen,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Famny Dwi Arfana, Sabtu (21/11/2020).

Hampir tercapainya target tersebut, kata Famny adalah karena sejumlah sektor penyumbang pajak mulai bergerak di tengah pandemi corona ini. Sehingga banyak pos penerimaan pajak mulai melampaui targetnya.

“Namun tetap saja ada yang masih kosong dan realisasinya masih sangat rendah,” ujarnya.

Pos penerimaan yang masih kosong, rinci dia, yakni pajak pengambilan bahan galian golongan C atau mineral bukan logam dan batuan. Kemudian pada pos penerimaan pajak sarung burung walet juga baru terealisasi Rp 7,97 juta dari rencana Rp 17,8 juta.

“Untuk bahan galian golongan C memang belum ada izin dari Pemprov Jateng sehingga aktivitas galian C belum normal seperti sebelumnya,” sambungnya.

Sementara untuk sarang burung walet, Famny mengatakan memang ada satu perusahaan besar yang tutup.

Sementara yang ada sekarang, adalah perusahaan kecil dan pemasukan yang diterima sebelum masa pandemi, sedangkan saat pandemi sepi transaksi.

Famny menambahkan, untuk pos penerimaan pajak yang sudah melampaui target, yakni PBB, pajak parkir, pajak reklame, pajak hiburan, pajak restoran, dan pajak hotel.

Sedangkan lainnya rata-rata sudah mendekati target. “Kami optimistis pada akhir bulan Desember 2020 bisa melampaui target karena masih ada sisa waktu dua bulan,” tandasnya.

Untuk diketahui, penerimaan pajak daerah Kabupaten Kudus sendiri berasal dari 11 pos penerimaan pajak daerah. Yakni meliputi pajak hotel sebesar, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak penerangan jalan.

Kemudian untuk pajak lainnya, adalah pajak mineral bukan logam batuan, PBB, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet dan bea perolehan hak tanah bangunan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...