Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kembangkan Batik Jepara, Tiga Tokoh di Kota Ukir Terima Penghargaan dari Undip Semarang

MURIANEWS, Jepara – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) memberikan penghargaan kepada tiga tokoh Jepara, yang dinilai berjasa dalam pengembangan kerajinan batik Jepara. Pemberian penghargaan ini dilakukan, Jumat (21/11/2020) di Pendapa Kabupaten Jepara.

Wakil Dekan Ilmu Budaya Undip Alamsyah menyatakan, upaya pelestarian kerajinan batik Jepara merupakan salah satu objek penelitian yang dilakukan LPPM Undip dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Kerajinan batik Jepara yang sempat berkembang di masa RA Kartini, sebelumnya sempat mengalami mati suri. Namun dalam beberapa tahun terakhir kerajinan ini mulai kembali menunjukan perkembangan yang menjanjikan.

Sebagai bentuk apresiasi, Undip akhirnya memberikan penghargaan kepada tiga tokoh di Jepara yang dinilai memiliki peran dalam pengembangan kerajinan ini. Mereka adalah Suyanti Jatmiko (Perajin Batik Jepara), Hadi Priyanto (Pemerhati Batik Jepara) dan Dian Kristiandi (Bupati Jepara).

Tiga tokoh ini dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan kerajinan batik di Jepara, dalam beberapa tahun terakhir.

”Penghargaan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas peran-peran yang telah dilakukan di dalam upaya pengembangan kerajinan batik di Jepara. Kami tentu berharap, penghargaan ini semakin meningkatkan peran-peran beliau di dalam melanjutkan pengembangan kerajinan batik Jepara. Sehingga semakin berkembang dan kembali dikenal,” katanya.

Suyanti Jatmiko sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai tokoh yang sangat gentol mengenalkan kembali batik Jepara. Tradisi batik Jepara yang sempat moncer di era RA Kartini pelan-pelan mampu dimunculkannya kembali.

Suyanti mengaku sudah sejak 1998 merintis kerajinan batik Jepara. Bermula dari hanya sekedar mengenang tradisi batik yang ditinggalkan RA Kartini, kini rintisannya sudah mulai berkembang.

”Tradisi batik di Jepara sempat tidak dienal sejak dikenalkan ibu Kartini ke berbagai negara. Tahun 1998 saya mulai merintis kegiatan batik di Jepara. Hingga saat ini sudah mulai berkembang. Setidaknya saat ini sudah ada 21 perajin batik Jepara yang eksis,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Sedangkan Hadi Priyanto, yang mendirikan Lembaga Pelestari Ukir, Batik dan Tenun Jepara, dikenal sebagai pemerhati batik Jepara dan berbagai hal yang berbau haritage Jepara.

Tokoh ini sering mengadakan even-even kesenian atau budaya yang mengangkat seni kerajinan batik Jepara. Melalui even-even yang digelar ini, batik Jepara kembali mulai dikenal di kalangan masyarakat Jepara.

Sementara Dian Kristiandi, Bupati Jepara, mendapatkan penghargaan karena selama ini memberikan perhatian lebih melalui kebijakan-kebijakan Pemkab Jepara. Sebagai upaya menjaga dan mengembangkan kerajinan batik Jepara, Pemkab Jepara salah satunya menerapkan keharusan mengenakan batik Jepara bagi para ASN di setiap hari Kamis. Kebijakan ini, bahkan akan semakin ditingkatkan impactnya mulai Januari 2021 mendatang.

“Mulai Januari 2021, para ASN di lingkungan Kabupaten Jepara wajib mengenakan batik Jepara pada hari Kamis dan Jumat setiap pekannya. Ini sudah kami putuskan dalam Perbup dan diharapkan bisa memberi dampak baik bagi pengembangan industri batik Jepara. Harapannya industri batik Jepara bisa semakin berkembang,” tutur Dian Kristiandi, pada kesempatan yang sama.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...