Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Cabut Izin Distributor Pupuk Bersubsidi Curang di Cilacap: Kalau Petani Diapusi, Laporkan

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut izin usaha salah satu distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap. Penyebabnya, distributor itu diketahui telah bertindak curang, dengan meminta tambahan biaya pupuk di luar harga yang ditetapkan.

Tindakan tegas itu diambil setelah Ganjar mendapat laporan dan aduan dari masyarakat. Ganjar mengatakan tidak akan main-main terkait penyaluran pupuk bersubsidi ini.

“Saya dapat laporan lagi, katanya yang subsidi habis, kalau mau beli yang nonsubsidi. Langsung saya minta kejar itu, begitu ketahuan cabut izinnya,” katanya.

Sampai saat ini, baru satu distributor yang dicabut izin usahanya. Meski demikian menurut Ganjar beberapa petani sudah melaporkan melalui medsos atau secara langsung.

“Sekarang kami sebar ke medsos info itu, lengkap dengan nomor telpon yang menangani. Maka awas, kalau ada yang main-main soal ini, izin usahanya pasti dicabut. Kalau ada petani yang diapusi (dibohongi), laporkan!” tegasnya.

Ganjar juga memastikan akan terus memantau penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan. Tim khusus pemantau pupuk sudah ada dan melakukan pengawasan.

“Tidak hanya cabut izin usahanya, kalau ada yang menyelundupkan, saya pidanakan. Jangan main-main, karena ganggu petani saya,” ujarnya.

Ganjar juga menyebut bahwa tambahan satu juta ton pupuk bersubsidi sudah tiba dan diminta segera disalurkan pada masyarakat.

“Sekarang ada tambahan satu juta ton pupuk bersubsidi. Maka saya minta segera dibagikan. Penyuluh membantu dan pengecer membantu. Jangan ada yang main-main,” kata Ganjar.

Sementara terkait kelangkaan pupuk yang terjadi belakangan ini menurut Ganjar, sebagai akibat adanya  keterlambatan pasokan akibat adanya pemotongan kuota. Kemarin-kemarin lanjut dia, jatah pupuk di Jawa Tengah hanya berkisar 42 persen.

“Kan kurangnya banyak sekali, maka kami menyalurkan itu kepada yang benar-benar berhak. Itu kemarin karena ada keterbatasan, tapi sekarang sudah ada tambahan satu juta ton di Indonesia, Jawa Tengah termasuk yang mendapatkan bagian itu,” ucapnya.

Jika tidak ada keterlambatan pasokan, sebenarnya kondisi pupuk di Jawa Tengah masih aman. Untuk itu, dengan adanya tambahan ini, ia berharap segera tersalurkan pada petani.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...