Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cerita Youtuber Blora Berburu Konten Barongan Hingga ke Acara Kawin

MURIANEWS, Blora – Konten menarik sudah barang pasti menjadi buruan Youtuber demi memuaskan penontonnya. Tentunya bisa menaikkan rating atau jumlah viewer. Tak jarang sebagian dari mereka melakukan hal ekstrem demi sebuah konten.

Berbeda dengan kelompok Youtuber yang satu ini. Meski mereka tak teorganisir, namun setiap kali ada konten yang mereka incar, para youtuber yang tergabung dalam satu grup WhatsApp itu bertemu dan berburu bareng. Sehingga mereka bisa saling bertukar informasi dan terlihat akur selayaknya saudara.

Mereka pun bercerita, bagaimana berburu konten seni barongan. Dari grup WA itu mereka mendapatkan informasi kapan grup barongan akan pentas. Mereka pun memburunya, meski di sebuah acara kawinan.

“Kalau satu orang dapat informasi tetang seni barongan, pasti semua akan tahu dan tak jarang, para youtuber datang secara bersamaan” kata Agus, salah satu Youtuber di Blora, Kamis (19/11/2020).

Para Youtuber Blora berfoto bersama usai berburu konten. (MURIANEWS/Priyo)

Agus mencontohkan, beberapa waktu lalu ia bersama sejumlah kawannya datang pada even bersama kawasan PAKUDJEMBARA (Pati, Kudus, Demak, Jepara Rembang, Blora), di Heritage Trainz Loco Tour Cepu, KPH Cepu Jawa Tengah. Di mana saat itu ditampilkan seni barongan Nara Singa Lodra.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Iwan, Youtuber yang memiliki channel Youtube Cak Iwan Channel ini mengaku dengan adanya grup WA tentu memudahkan para konten creator seni budaya untuk mengabadikan dan mempublikasi kesenian khas Blora.

“Di mana ada pertunjukan barongan, pasti saling memberikan informasi. Sampai di hajatan kawinan, selama ada barongan, tetap diburu,” ujar bapak tiga anak ini.

Tak hanya saling berburu konten, di dalam grup WA yang diberi nama Youtuber Cs Seni Budaya ini,  juga saling belajar mengenai peraturan dan kebijakan untuk syarat monetisasi atau terkait kebijakan-kebijakan Youtube yang baru.

“Kita saling belajar, jadi setiap ada masalah tentang Youtube, kami mencoba memecahkan secara bersama sama,“ jelas Iwan.

Tak hanya itu dalam membuat konten, ia bersama teman youtuber lainnya juga berpedoman pada kebijakan tidak boleh mengandung unsur SARA, mengeksploitasi anak, provokatif, ujaran kebencian, pornografi dan lainnya.

“Satu hal lagi, ilmu yang saya dapat dari Youtube bahwa tidak akan mentolerir channel yang suka upload video orang lain atau sering upload karya milik orang lain,” ungkapnya.

Bahkan ia pernah menemui kendala ketika memakai musik yang mempunyai hak cipta milik orang lain. Karena algoritma atau sistem Youtube akan mendeteksi pelanggaran tersebut.

“Ini akan membuat chanel tidak bisa berkembangnya yang berdampak sulit dimonetisasi sehingga tidak bisa menghasilkan dolar,” paparnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...