Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Nambah 38 Kasus, Pasien Covid-19 Jepara yang Dirawat Kini 299 Orang

 

MURIANEWS, Jepara – Perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jepara menunjukan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Pada Senin (17/11/2020), Satgas Penanganan Covid-19 Jepara bahkan me-release adanya penambahan 38 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasus-kasus baru yang muncul melibatkan 34 warga Jepara dan empat orang warga dari luar Jepara.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Jepara, Moh Ali menyatakan, hingga Rabu (18/11/2020) secara keseluruhan sudah ada 2.392 kasus terkonfirmasi yang ditemukan di Kabupaten Jepara.

Jumlah ini melibatkan 2.295 orang warga Jepara dan sisanya merupakan warga dari luar daerah yang menjalani perawatan di Jepara. Dari jumlah tersebut hingga saat ini ada 299 orang yang masih ditangani.

Menurut Moh Ali, penambahan kasus yang terjadi merupakan hasil dari proses tracing dan tracking yang dilakukan terhadap kasus-kasus sebelumnya yang terjadi. Sebagian lagi merupakan kasus baru di luar pengembangan yang dilakukan, seiring dengan dilakukannya swab screening yang semakin massif dilaksanakan.

“Seperti yang sudah kami sampaikan kemungkinan terjadinya kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi akan sangat terbuka sekali. Sebab selain ada pengembangan kasus, program swab screening saat ini mulai ditingkatkan intensitasnya,” ujar Moh Ali, Rabu (18/11/2020).

Satgas Penanganan Covid-19 Jepara disebutkan akan melakukan swab screening di beberapa kelompok masyarakat. Saat ini sudah dilakukan di sekolah-sekolah yang diarahkan untuk para guru dan pengelolanya. Kemudian juga akan dilaksanakan di kalangan pegawai, terutama para pegawai yang sehari-hari bertugas dalam pelayanan publik.

Upaya penanganan Covid-19 masih akan terus membutuhkan peran serta masyarakat di dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan. Masyarakat luas dalam hal ini tidak hanya menjadi objek, namun juga harus mulai menjadi subyek di dalam penanganan Covid-19 yang ada. Semua pihak diharapkan bisa mengambil peran-perannya secara aktif di dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kita semua tidak boleh lengah dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Penerapan protokol kesehatan harus semakin diperketat dalam kehidupan sehari-hari. Belum bisa dipastikan kapan berakhirnya pandemi ini. Mari kita bersama-sama berupaya,” pintanya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...