Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembunuh Siswi Berseragam Pramuka Sempat Bawa Perempuan Lain saat Pelarian ke Surabaya

MURIANEWS, Semarang – Polisi menemukan fakta unik dalam kasus pembunuhan salah satu siswi SMA di Demak yang masih mengenakan seragam pramuka saat check ini di Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Selama dalam pelariannya pelaku berinisial D (19) ini ternyata sempat membawa kabur perempuan lain berinisial N secara paksa. N, bahkan diancam akan dibunuh jika menolak ajakan pelaku selama dalam pelarian ke Surabaya.

“Jadi saat pelarian ke Surabaya, pelaku itu mengajak perempuan berinisal N. Perempuan ini menuruti ajakan pelaku karena diancam akan dibunuh,” kata Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Onkoseno G. Sukahar seperti dikutip Solopos.com.

Menurut Onkoseno, selama di perjalanan N mengalami berbagai penyiksaan. Tak hanya itu, uang milik N juga dikuras habis oleh pelaku.

“Ada kemungkinan N bakal menjadi korban pelaku berikutnya. Untungnya, D segera tertangkap sehingga N bebas dari ancaman,” ungkap Onkoseno.

D tertangkap di Surabaya, Senin (16/11/2020) malam. Ia ditangkap setelah menghabisi nyawa DF (17), asal Demak yang mayatnya ditemukan di Hotel Frieda, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (15/11/2020).

Saat ditemukan, DF masih mengenakan seragam pramuka dengan sejumlah luka di bagian kepala. Selain itu, sepeda motor dan telepon seluler milik korban juga raib.

Barang berharga yang hilang itu pun menjadi petunjuk bagi polisi untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan di hotel di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang itu.

“Jadi pelaku dan korban ini sudah saling kenal karena rumahnya berdekatan. Seusai membunuh korban, pelaku menjual motor dan handphone milik korban. Dari para pembeli itu pulalah kami akhirnya mengetahui identitas pelaku,” ujar Kasatreskrim.

Onkoseno menambah saat ditemukan di Surabaya, pelaku sempat berkelit. Namun, N yang saat itu mendengar kasus pembunuhan itu tiba-tiba mengaku jika dirinya diancam akan dibunuh oleh D.

“N ketakutan sehingga mengaku jika dirinya diancam akan dibunuh. Dari situ, kami yakin jika D adalah pelaku pembunuhan DF,” terang Kasatreskrim Polres Semarang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...