Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Generasi Muda NU Diajak Perangi Radikalisme Melalui Dunia Maya

MURIANEWS, Kudus – Dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan diselenggarakan acara silaturahim Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Mejobo di Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus Minggu (15/11/2020) malam.

Acara tersebut mengusung tema “Mengenang Perjuangan Pahlawan Bangsa dengan Membangkitkan Loyalitas Kader Ansor Banser”.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kesempatan tersebut. Di antaranya, H Mawahib Afkar, Anggota DPRD Jawa Tengah, H Muhtar Ma’mun Kasat Korwil Banser Jawa Tengah, Dasa Susila Ketua PC GP Ansor Kudus, dan Ipda Subkhan, Kanit Kamsus Polres Kudus.

Dalam kesempatan itu, Muhtar Ma’mun menyatakan jika NU berserta badan otonom dan Banser Ansor menjadi salah satu kekuatan inti setelah TNI dan Polri untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

“Sejauh ini kami jaya di darat. Namun di udara atau di dunia maya kami masih belum maksimal, hal itu yang dimanfaatkam sekelompok orang tertentu dalam memecah belah sinergitas TNI, Polri, dan juga NU,” katanya.

Menurutnya, militansi Ansor Banser saat ini harus mengimbangi kegiatan yang merongrong ideologi negara, NKRI dan Pancasila. Dengan kegiatan ini, lanjut Mawahib, akan berdampak nyata dalam membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikalisme.

Sementara Ipda Subkhan mengatakan, untuk mengenang perjuangan pahlawan bisa dilakukan dengan menjaga warisannya, yakni NKRI dengan Pancasilanya.

Termasuk, bagaimana mengimprovisasi kiat-kiat yang bersifat aplikatif dalam rangka membangun loyalitas dan kesetiaan kepada NKRI dan Pancasilanya saat ini.

Hal tersebut menurutnya, sangat penting untuk dilakukan guna membentengi masyarakat. Mengingat masifnya gerakan yang merongrong ideologi Pancasila.

“Diperlukan frekuensi yang sama guna menjelaskan bahwa Pancasila, bentuk negara dan sistem pemerintahan sudah sesuai syariat. Sehingga penjelasan yang diberikan dapat membentengi masyarakat dari terpengaruh paham radikal teroris,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk bisa menutup celah penyebaran ideologi teroris maka seseorang harus mengetahui definisinya. Mulai keadaan yang menjadi potensi masuknya, dan cara masuknya ideologi radikal teroris itu sendiri.

Dan, lanjut Ipda Subkhan, selanjutnya perlu dilakukan langkah-langkah konkrit yang bersifat aplikatif dan dapat dilaksanakan. Sehingga bukan sekadar konsep dan sesuatu yang baik namun yang tidak bisa dilaksanakan.

“Kekuatan Ansor Banser yang besar akan menjadi kekuatan minoritas manakala tidak menguasai dunia nyata dan dunia maya saat ini. Sehingga kelompok radikal teroris yang minoritas akan mengambil alih dan menguasai dunia tersebut dan akan banyak orang terpengaruh dan menjadi ancaman terhadap NKRI dan Pancasilanya,” ujarnya.

Ia pun mengajak kepada Ansor Banser untuk tetap bersuara dan kuasai dunia nyata ataupun dunia maya untuk menghadapi propaganda radikal. Sehingga bisa menjadi bagian dari kaum nasionalis penjaga NKRI dan Pancasila yang akan berjaya baik di dunia nyata ataupun dunia maya.

Sedangkan Dasa Susila mengatakan bahwa generasi NU tidak boleh gagap terhadap teknologi dan harus bisa menguasainya. Karena teknologi menjadi salah satu kunci untuk bisa memenangkan pertempuran ideologi saat ini.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...