Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tujuh Orang Terkonfirmasi Positif dari Klaster Hajatan Pernikahan di Wonorejo Sragen

MURIANEWS, Sragen – Klaster hajatan pernikahan Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Srgen yang menewaskan tiga orang sekeluarga termasuk pengantin wanita terus ditindak lanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) setempat.

DKK Sragen bahkan mencatat ada penambahan tujuh orang yang terkonfirmasi positif dari klaster tersebut. Jumlah tersebut merupakan kasus terbaru sejak Rabu (10/11/2020) hingga Minggu (15/11/2020) kemarin.

Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen meningkat dengan total 1.057 orang.

Baca: Tiga Orang Sekeluarga Meninggal Usai Gelar Pernikahan, 120 Tamu Diswab

Kepala DKK Sragen dr Hargiyanto mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen per Minggu (15/11/2020) sore bertambah 26 orang. Dua orang di antaranya berasal dari klaster hajatan Wonorejo, Kalijambe.

Kedua orang warga Wonorejo itu berinisial S (59) dan Y (34). Keduanya merupakan kontak erat S yang meninggal dunia pasa Senin (9/11/2020) lalu.

”Untuk Wonorejo bertambah dua lagi sehingga totalnya ada tujuh orang,” ujar Hargiyanto kepada Solopos.com, Minggu malam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom)

Hargiyanto menerangkan sebanyak 24 orang lainnya menyebar di sejumlah kecamatan, yakni Sragen Kota, Karangmalang, Kedawung, Sukodono, Plupuh, Tanon, Sumberlawang, Miri, Gemolong, dan Mondokan. Kasus terkonfirmasi baru itu masih berasal dari klaster keluarga dan rata-rata merupakan hasil tracing atas kontak erat kasus sebelumnya.

Selain itu, Hargiyanto juga menyebut ada 15 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Penambahan 15 orang membuat data pasien sembuh terus meningkat menjadi 818 orang atau 77,39% dari total kasus Covid-19. Sedangkan jumlah pasien yang dirawat sebanyak 195 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 44 orang.

Terpisah, Kepala Desa Bedoro, Sambungmacan, Pri Hartono, menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat desa untuk antisipasi persebaran Covid-19. Ini mengingat ada sejumlah warga Desa Bedoro yang terkonfirmasi Covid-19.

Selama sepekan terakhir, Pri Hartono menginstruksikan kepada pengurus RT, RW, dan karangtaruna untuk menyemprot disinfektan. Selain itu, dia mengimbau kepada warga untuk kegiatan yang menghadirkan banyak orang supaya ditunda lebih dulu.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...