Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kasus Baru Covid-19 di Jepara Meningkat , Masih Ada yang Abaikan Prokes

MURIANEWS, Jepara – Sampai saat ini masih saja ada masyarakat di Jepara yang abai dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Satgas Penanganan Covid 19 Jepara, Minggu (15/11/2020) menjaring 19 warga yang kedapatan tak mengenakan masker di area publik.

Kepala Satpol PP Jepara Abdul Syukur menyatakan, pihaknya menerjunkan 30-an personel dari berbagai institusi, pada patroli prokes Minggu (15/11/2020) hari ini. Mereka melakukan patroli di sejumlah lokasi, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Di Pasar Jepara I, tim patroli gabungan mendapati ada enam orang yang tidak mengenakan masker. Kemudian di Pantai Teluk Awur Jepara, ada 13 orang yang mengabaikan protokol kesehatan, dengan tanpa masker saat berwisata di lokasi tersebut. Sedangkan di Pantai Semat, pihaknya tidak menemukan  pelanggaran protokol kesehatan.

“Meski sudah tidak sebanyak pada awal-awal pelaksanaan penertiban, namun kami tetap prihatin karena masih tetap saja ada yang melanggar protokol kesehatan. Menjadikan protokol kesehatan sebagai budaya di masyarakat harus terus dilakukan,” ujar Abdul Syukur.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, Moh Ali kembali menyampaikan adanya penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Jepara. Sesuai dengan hasil yang diterima, pada Sabtu (14/11/2020) malam, terdapat 33 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa hari terakhir, hasil laboratorium yang diterima Satgas Covid-19 Jepara, memang menunjukan adanya tren peningkatan. Namun yang disampaikan pada Sabtu (14/11/2020) malam, adalah yang terbanyak.

Dengan penambahan ini, maka jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jepara mencapai 2.325 kasus.

Dari jumlah tersebut sebanyak 2.236 di antaranya merupakan kasus yang menimpa warga Kabupaten Jepara. Sedangkan sisanya melibatkan warga dari luar Jepara. Dari kondisi yang ada, sejauh ini Jepara masih menyandang status wilayah zona oranye dengan risiko sedang.

“Hasil labaratorium yang kami terima pada akhir pekan ini memang yang tertinggi dalam sebulan terakhir. Jumlahnya mencapai 33 kasus baru, yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Kami perkirakan dalam November ini memang akan ada peningkatan jumlah kasusnya,” katanya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...