Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dari Menang Kuis, Pemuda di Kudus Ini Bisa Punya Jersey Bertanda Tangan Legenda Timnas Inggris Ray Parlour

MURIANEWS, Kudus – Jersey home original Arsenal musim 1999/2000 milik Muhammad Baharuddin Arsyad, memiliki cerita tersendiri. Sebab, pada jersey bagian depan itu terdapat tanda tangan legenda Arsenal yang sekaligus legenda Timnas Inggris, Ray Parlour.

Seperti yang diketahui, Ray Parlour merupakan pesepak bola yang bermain untuk klub London Utara, Arsenal sebagai seorang gelandang. Parlour sendiri bermain untuk Arsenal sebanyak 13 musim.

Ditemui di kediamannya di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, Muhammad Baharuddin Arsyad atau yang akrab disapa Rudi itu menunjukkan jersey Arsenal home warna merah dengan tanda tangan Ray Parlour yang diletakkan di tengah-tengah antara logo Arsenal dan aparel Nike itu.

Dia mendapatkan tanda tangan Ray Parlour saat memenangkan kuis yang diadakan oleh Super Soccer pada 2015 silam.

“Dulu ikut kuis yang diselenggarakan Super Soccer, pertanyaannya apa yang akan kamu tanyakan jika ketemu Ray Parlour. Terus saya jawab di Twitter itu dengan kalimat kapan ganti model gaya rambut. Lha ternyata malah menang dan diminta ke Surabaya,” katanya saat ditemui MURIANEWS, Sabtu (14/11/2020).

Lebih lanjut Rudi juga menunjukkan undangan via Twitter yang diberikan oleh Super Soccer.

Di Twitter itu tertera “Selamat! Lo menang meet and greet dengan Ray Parlour. Tunjukkin DM ini di meja registrasi venue nobar. Terima kasih”. Tertera di DM itu pada tanggal 16 Mei 2015 pukul 16.20 WIB.

Pria kelahiran Kudus, 23 Mei 1985 itu mengaku senang ketika berkesempatan mendapatkan tanda tangan Ray Parlour.

“Pastinya senang karena ini pertama kalinya. Akhirnya berangkat ke Surabaya sendiri dari Kudus. Nginep di rumah teman,” sambungnya.

Sedianya, Rudi memiliki dua jersey Arsenal yang bertandatangan Ray Parlour. Satu jersey home musim 1999/2000. Satunya lagi jersey Arsenal home musim 1992/1993.

“Kalau jersey yang musim 1999/2000 itu dapat tandatangannya saat nyegat di bandara. Sedangkan jersey yang home musim 1992/1993 dapat tanda tangan saat meet and greet di Pisa Kafe Surabaya. Tapi yang jersey musim 1992/1993 sudah saya jual,” sambungnya.

Selama meet and greet, Rudi tidak sendiri. Sebab, ada komunitas Arsenal Indonesia Supporter (AIS) Surabaya dan AIS Sidoarjo yang juga ikut rangkaian acara itu.

“Kalau dari Kudus cuma saya. Tapi di sana ada AIS Surabaya dan AIS Sidoarjo yang ikut. Acaranya banyak. Mulai dari sesi tanda tangan, main PS, hingga nonton bareng pertandingan Arsenal bareng Ray Parlour,” ujar dia.

Ditanya kedepannya apakah berniat menjual lagi jersey bertandatangan Ray Parlour, Rudi mengaku ingin mengoleksi dan enggan menjualnya.

“Jersey ini enggak saya jual. Akan saya simpan sebagai koleksi,” imbuh pria yang juga pernah menjabat sebagai ketua Arsenal Indonesia Suporter (AIS) Kudus periode 2012-2014 itu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...