Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mama Muda di Sragen Bunuh Diri di Sungai Bengawan Solo, Diduga Depresi Usai Cerai dari Suami

MURIANEWS, SragenPeristiwa bunuh diri terjadi Sragen. Seorang ibu atau mama muda bernama Ayu Kusuma Wardani (27) warga Desa Bendo, Sukodono, Sragen, nekat mengakiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Sapen, Kecamatan Gesi, Sragen, Jumat (13/11/2020) siang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Pada saat itu, Ayu yang diketahui belum lama bercerai dengan suaminya, datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AD 3684 ADE.

Seorang tetangganya yang tengah dalam perjalanan menuju Sragen sempat melihat Ayu di atas Jembatan Sapen dengan sepeda motornya.

Namun, begitu ia kembali, saksi tersebut hanya melihat sepeda motor Ayu. Saksi tersebut kemudian memberi tahu warga sekitar. Warga sekitar kemudian berusaha mencari korban.

Mereka juga menghubungi Polsek Gesi dan kalangan sukarelawan. Usaha warga mencari korban akhirnya berhasil.

”Korban ditemukan pada jarak sekitar 100 meter dari lokasi. Ia kemungkinan terjun dari jembatan setinggi sekitar 10 meter. Saat ditemukan, sudah tidak bernyawa. Jenazahnya utuh tanpa luka,” jelas Jadi Mulyanto, tokoh masyarakat Desa Bendo, kepada Solopos.com.

Setelah diangkat dari dalam sungai, warga menunggu kedatangan polisi dan sukarelawan. Jajaran Polsek Gesi bersama petugas medis dari puskesmas setempat tiba di lokasi. Hasil pemeriksaan di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Polisi meminta keterangan sejumlah saksi. Sukarelawan dari PMI Sragen, PSC 119 Sragen, Tagana Bagana, Relawan Ganefo, dan lain-lain juga sempat datang ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Aksi bunuh diri itu diduga dilatarbelakangi masalah keluarga. Ayu yang baru bercerai dengan suaminya diduga mengalami tekanan batin atau depresi. Ia meninggalkan seorang seorang anak perempuan yang baru berusia empat tahun.

”Penyebab pastinya apa kami tidak tahu. Mungkin dia mengalami tekanan batin atas masalah hidup yang dihadapinya,” ujar Jadi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...