Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Tujuh Zona Merah di Jateng, Bupati-Wali Kota Diimbau Tak Takut Tingkatkan Testing

MURIANEWS, Semarang – Jumlah daerah dengan status zona merah baru di Jawa Tengah bertambah tujuh daerah. Data ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat per 8 November 2020.

Tujuh daerah dengan status zona merah baru itu yakni Cilacap, Karanganyar, Kota Tegal, Magelang, Pati, Pemalang dan Kabupaten Semarang.

Hal ini dikatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai Rakor Penanganan Kenaikan Kasus COVID-19 akibat Dampak Liburan dipimpin Menko Marvest, Luhut Binsar Panjaitan via Zoom di Puri Gedeh, Kamis (12/11/2020).

Dengan kondisi ini Ganjar mengimbau kepala daerah baik bupati/wali kota untuk tak perlu takut meningkatkan testing.

“Sekarang kita kejar terus (peningkatan testing). Jadi tiap kabupaten/kota kita minta untuk peduli, enggak papa tes makin banyak, maka akan lebih banyak juga yang diketahui. Setelah diketahui maka langkah selanjutnya adalah dijaga supaya sembuh,” kata Ganjar.

Ganjar juga menyebut, kepala daerah juga bisa membeli sendiri Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk meningkatkan testing, karena harganya masih terjangkau. Sehingga menurut Ganjar, bupati/wali kota tak harus bergantung pada pemerintah pusat atau pemprov.

Ganjar menegaskan, pemerintah di Kabupaten Kota saat ini harus bisa bersikap antisipatif dan prediktif. Antisipatif dalam hal ini yakni dengan memprioritaskan kelompok rentan yakni yang memiliki komorbid (penyakit penyerta).

Dalam rakor itu juga dibahas jika disebut jika di Jateng terjadi ledakan kasus usai libur panjang. Disebutkan terjadi kenaikan kasus sampai 49 persen pada periode 26 Oktober-1 November. Meski, kenaikan tersebut sebanding dengan jumlah tesnya.

“Kita sudah prediksi akan terjadi ledakan, karena memang ini risiko yang kita siap ambil. Kami juga sudah sampaikan kepada staf, maka tolong ini gaspol. Semua dilakukan termasuk testing,” tutur Ganjar.

Ganjar menjelaskan, pada 8 November lalu angka testing sempat menurun hampir separuh dari rata-rata harian di Jateng. Namun, sejak tanggal 9 November sampai hari ini jumlah tes ada di angka 8.000 sampai 9.000 perhari.

“Saya bilang sekali lagi, jangan pernah takut soal datanya meledak atau tidak. Terus lakukan testing lebih banyak lagi,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...