Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sekolah Virtual yang Digagas Ganjar Sudah Jalan, Begini Konsepnya

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas sekolah virtual untuk menekan angka putus sekolah di provinsi ini. Rintisan sekolah virtual ini telah berjalan di dua sekolahan, yakni SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali.

Di dua sekolah virtual ini diikuti 76 siswa, atau au masing-masing sekolah diikuti 36 siswa. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

Seperti namanya, konsep sekolah ini lebih banyak dilakukan secara virtual atau online. Pembelajaran virtual mempunyai porsi 70 persen, sementara sisanya pembelajaran tatap muka.

“Maksimal nanti hanya 30 persen saja yang tatap muka. Lainnya, dengan cara sekolah virtual,” kata Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Syamsudin Isnaini, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka hanya dilakukan untuk mengumpulkan siswa kelas virtual. Seperti halnya saat pertemuan awal, siswa kelas virtual dikumpulkan dulu agar mendapatkan penjelasan. Misalnya, soal penjelasan buku modul dan hal terkait lain pada kelas virtual.

“Nanti pada saat akan kenaikan kelas atau ujian, juga akan ketemu lagi,” ujarnya.

Soal pembelajaran dengan metode tatap muka yang dapat dilakukan 30 persen di kelas virtual, kata dia, diarahkan untuk pengenalan lingkungan, metode pembelajaran,  bimbingan konseling, tugas laboratorium, dan lainnya.

“Karena sifatnya memang harus dilaksanakan secara tatap muka. Dalam artian, kelas virtual tetap pada konsep awal dengan pembelajaran berbasis IT,” jelasnya.

Syamsudin menuturkan, sementara ini sekolah virtual masih sebatas dilakukan di Brebes dan Boyolali sampai pada penghabisan tahun ajaran 2020/2021. Dengan demikian, sekolah virtual belum bisa dibuka di sekolah lain lagi sampai pada tahun ajaran baru berikutnya.

“Di tengah jalan buka sekolah lagi, kan enggak bisa. Nanti bila ada PPDB lagi, kebijakannya mau berapa, kan. Nanti akan dikaji,” terangnya.

Baca: Tekan Angka Putus Sekolah, Pemprov Jateng Buat Sekolah Virtual

Menurut dia, dengan menyasar keluarga tidak mampu, program ini bisa mengurangi angka anak putus sekolah. Apalagi di Jateng disebutnya, jumlah anak putus sekolah mencapai 45 ribu.

Meski demikian, tidak hanya sekolah virtual yang menjadi satu-satunya program mengurangi angka putus sekolah. Tapi juga ada peran sekolah swasta. “Dari sekolah swasta mau memfasilitasi meringankan beban anak sekolah,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, ide awal pembuatan sekolah virtual ini adalah untuk memberikan semua anak-anak kesempatan belajar. Banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah atau berhenti sekolah, karena alasan biaya.

“Maka kami buat konsep sekolah virtual ini, agar mereka yang tidak sekolah atau berhenti sekolah karena faktor ekonomi, tetap bisa sekolah dengan baik. Akan kami dampingi dan bantu mereka melanjutkan cita-citanya,” ucapnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...