Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Musim Hujan, Permintaan Evakuasi Ular Masuk Rumah Warga di Kudus Mulai Meningkat

MURIANEWS, Kudus – Jumlah permintaan evakuasi ular yang masuk ke kediaman warga di Kabupaten Kudus mulai meningkat. Hal tersebut diperkirakan karena intensitas hujan di Kota Kretek mulai meninggi.

“Ketika hujan dan terjadi genangan, banyak ular yang akhirnya keluar dari sarangnya,” kata salah satu pawang ular yang juga relawan BPBD Kudus Edy Yulianto, Kamis (12/11/2020).

Dalam beberapa pekan terakhir, lanjut Edy, setidaknya sudah ada enam permintaan evakuasi ular yang masuk ke kediaman rumah. Dua di antaranya, adalah ular dengan jenis bisa sedang.

“Yakni ular hijau. Sementara sisanya adalah ular piton atau sanca,” ujarnya.

Pada musim hujan, kata Edy, sarang ular yang berada di tanah sering tergenang air. Sementara karakteristik ular sendiri tak menyukai daerah basah.

“Sehingga mereka akhirnya mencari tempat baru dan keluar dari sarang, Setelah keluar, karena minimnya lahan, akhirnya ular masuk ke rumah warga,” kata dia.

Namun, lanjut Edy, bisa juga ular yang masuk ke kediaman adalah ular peliharaan milik warga yang lepas.

Ketika itu adalah ular peliharaan dan lepas, pemilik biasanya tak akan melapor karena takut nanti jika terjadi hal yang tak diinginkan.

“Andaikan ada yang tergigit, pemiliklah yang bertanggung jawab, maka dari itu, jarang ada yang melapor kalau ada peliharaan yang lepas,” terangnya.

Ular-ular yang dia tangkap pun kini ditampung sementara di rumahnya. Untuk antisipasi lonjakan permintaan evakuasi, pihaknya juga tengah membuat rak khusus untuk menampung hewan melata tersebut.

“Masyarakat yang rumahnya kemasukan ular, jika tidak bisa mengevakuasi sendiri, segera lapor U-Garuda 112, nanti relawan yang akan mengevakuasi,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...