Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ekspor Briket Batok Kelapa Jateng Melejit Saat Pandemi, Ganjar: Ini Keren

MURIANEWS, Semarang – Pandemi telah berdampak pada berbagai sektor usaha. Namun tampaknya berbeda dengan usaha briket batok arang di Jawa Tengah. Ini terlihat dengan justru naiknya ekspor briket ini selama pandemi.

Bahkan peningkatan ekspornya ditaksir antara 10-15 persen. Hal ini diketahui dari penuturan pada pengusaha briket batok kelapa saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (12/11/2020). Kedatangan para pengusaha briket ini didampingi mantan Duta Besar Indonesia untuk Linya, Raudin Anwar.

Dipta Sulistyanto, pengusaha briket arang batok kelapa asal Klaten. Kepada Ganjar, Dipta mengatakan bisnis ekspornya naik hingga 50 persen selama pandemi.

Briket produksinya sebagaian besar dikirim ke Brasil dan beberapa negara di Amerika Latin. “Artinya kami tidak terdampak dengan adanya pandemi ini,” ujarnya.

Briket arang batok kelapa asal Jateng lanjut Dipta memang diminati banyak negara internasional. Kualitasnya dinilai sebagai yang terbaik di dunia, sehingga banyak negara berminat mengimpor.

Oleh karenanya, pihaknya tengah membuat asosiasi pengusaha briket arang batok kelapa Indonesia.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MURIANEWS (@murianewscom)

“Tujuannya untuk menghimpun pengusaha yang bergelut di bidang ini, dan memberikan edukasi agar bisa masuk pasar ekspor. Bagaimana menjaga kualitas briket terbaik, cara packaging dan lainnya,” paparnya.

Hal senada dikatakan Istikanah, pengusaha briket asal Kendal mengatakan, kenaikan ekspornya selama pandemi mencapai 20 persen. Dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp 3,5 miliar.

“Ekspor briket arang batok kelapa justru naik selama pandemi. Saya bisanya mengekspor 8-10 kontainer briket,” katanya.

Istikanah yang sudah menekuni bisnis briket arang batok kelapa sejak 10 tahun silam itu mengatakan, negara tujuan ekspornya sebagian besar berada di Timur Tengah.

“Pandemi justru jadi berkah, karena banyak kafe tutup jadi masyarakat banyak yang beraktifitas rumah. Ini yang membuat pesanan bertambah banyak,” jelasnya.

Ganjar Pranowo pun mengaku sangat bangga. Terlebih di masa pandemi ini, pengusaha briket justru kebanjiran order dan ekspor meningkat.

“Ini keren, justru ekspornya meningkat selama pandemi. Yang ekspor-ekspor seperti ini yang perlu kita dorong, karena bisa meningkatkan devisa,” jelasnya.

Ganjar juga mendukung terbentuknya asosiasi di kalangan pengusaha briket arang batok kelapa. Selain sebagai wadah komunikasi, dengan asosiasi itu semuanya memiliki wadah untuk maju bersama.

“Jadi nanti yang sudah sukses bisa memfasilitasi dan membantu yang baru mulai. Kalau ada persoalan, solahkan dikumpulkan dan diinventarisasi. Nanti pasti akan kami bantu,” pungkasnya.

Para pengusaha juga terus diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan di tempat produksi maupun kantor. Dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang terus meluas.

Yakni dengan disiplin menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan hindari kerumunan.

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...