Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dapat Tambahan 4.882 Ton, Pupuk Bersubsidi di Kudus Dipastikan Aman

MURIANEWS, Kudus – Ketersediaan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pemupukan selama musim tanam pertama (MT I) di Kudus dipastikan aman. Hal tersebut dikarenakan adanya alokasi tambahan dari pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto melalui Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Abdullah Muttaqin mengatakan, Kudus kembali mendapat tambahan sebanyak 4.822 ton.

“Itu meliputi pupuk jenis ZA, urea, dan SP 36,” katanya, Rabu (11/11/2020) pagi.

Rinciannya, untuk penambahan pupuk urea, yang mulanya dialokasikan 3.400 ton kini ditambah menjadi 11.000 ton.

Kemudian pupuk SP36 sebanyak 262 ton kini dialokasikan menjadi 1.075 ton. Sementara pupuk ZA yang sebelumnya dialokasikan sebanyak 1.160 ton, kini menjadi 3.725 ton.

“Untuk pupuk NPK dan organik tidak ada penambahan,” ujarnya.

Walau demikian, pihaknya tak menampik jika alokasi yang diterima saat ini memang belum sesuai pengajuan awal dengan menyesuaikan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Tapi tidak masalah, ketika kebutuhan pupuk petani sesuai kebutuhan riil di lapangan, maka alokasi yang diterima akan cukup,” lanjut dia.

Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sendiri kini rutin berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk melakukan realokasi kebutuhan pupuk di masing-masing kecamatan.

Sehingga apabila ada wilayah yang kebutuhan pupuknya lebih rendah dari alokasi, maka akan didistribusikan ke daerah yang masih membutuhkan tambahan alokasi. “Sembilan kecamatan kami evaluasi semua,” sambungnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, permintaan pupuk bersubsidi memang belum banyak. Hal tersebut dikarenakan jumlah petani yang mulai tanam belum menyeluruh.

“Mungkin karena akan ada lahan yang belum bisa ditanami, terutama di daerah rawan genangan banjir, mengingat hujan juga mulai sering turun,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...