Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pura-Pura Jadi Petugas Covid, Pria Asal Semarang Ini Gasak Perhiasan Lansia di Boyolali

MURIANEWS, Boyolali – Polres Boyolali menangkap seorang pria bernama Sudarto, warga Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Langkah itu dilakukan lantaran ia mencuri perhiasan milik perempuan lanjut usia (lansia) asal Gladagsari, Kamis (5/11/2020) lalu.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengaku sebagai petugas penanggulangan Covid-19 yang sedang memberikan bantuan.

Wakapolres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani menjelaskan, saat hari kejadian, pelaku secara tak sengaja melihat korban yang diketahui bernama Gimuk di depan rumahnya.

Pelaku yang melihat korban sudah berusia lanjut mencoba menghampiri korban. Ia pun beranggapan di usianya yang sudah menua, korban akan mudah dikelabui.

”Untuk melancarkan aksinya, pelaku ini mengaku sebagai petugas penanggulangan Covid-19 yang akan memberikan bantuan dari pemerintah,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Dengan alasan pemberian bantuan dilakukan di kantornya, pelaku mengajak korban untuk datang langsung ke kantornya. Hal itu dengan syarat korban tidak boleh mengenakan perhiasan.

Saat itu korban pun melepas perhiasan yang dipakainya berupa dua cincin emas dan satu pasang giwang. Oleh korban, perhiasan itu disimpan di saku jaket yang tergantung di belakang lemari.

Pelaku melihat korban menyimpan perhiasan itu. Selanjutnya pelaku mengajak korban menuju lokasi yang disebutnya sebagai lokasi penyerahan bantuan. Tidak disebutkan jelas alamat lokasi yang dimaksud.

Di tengah perjalanan, pelaku meninggalkan korban di pinggir jalan. Pelaku beralasan akan menjemput penerima bantuan lainnya.

”Tapi pelaku ternyata kembali lagi ke rumah korban dan mengambil perhisan di saku jaket tadi. Sempat diketahui oleh suami korban, namun pelaku beralasan akan mengambil berkas yang tertinggal. Selanjutnya pelaku pergi membawa perhiasan korban,” ujar Wakapolres.

Menurut Ferdy, peristiwa itu sempat viral di media sosial. Untuk itu Tim Sapu Jagat Polres Boyolali lalu bergerak ke lokasi kejadian.

Setelah mendapat laporan dari korban, tim lalu melakukan pengembangan dan menangkap pelaku. Pelaku tertangkap pada 8 November di rumahnya di Semarang.

Saat ditangkap, polisi tidak mendapati perhiasan yang dicuri oleh pelaku. Pelaku sudah menjual perhiasan itu ke Pasar Ungaran seharga Rp1,5 juta.

Uang hasil penjualan perhiasan itu akhirnya yang menjadi barang bukti. Selain uang, polisi juga mengamankan barang bukti lain.

”Ada sepatu dinas yang biasa dipakai TNI atau Polri, celana standar dinas Polri, masker berlogo TNI dan Polri, plat nomor palsu dan sebagainya,” katanya.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara itu Sudarto mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian. Ia melakukan aksi itu untuk mendapatkan uang guna membayar utang.

”Baru sekali saja. Saya lakukan sendiri,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...