Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Program Swab Masif di Jepara Baru 50-70 Persen

MURIANEWS, Jepara – Pelaksanaan program swab masif di Kabupaten Jepara sampai saat ini masih belum sesuai rencana. Pasalnya, swab masif yang digelar Pemkab Jepara masih berkisar antara 50 hingga 70 persen dari ketentuan 1/1.000 jumlah penduduk di stiap pekanya.

Padahal jumlah penduduk Jepara sekitar 1,2 juta jiwa. Artinya setiap pekannya seharusnya dilakukan swab terhadap 1.200-an warga.

Tim Ahli Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jepara dr M Fakhrudin menjelaskan, ada banyak hal yang membuat hal ini tidak tercapai. Apalagi saat ini masyarakat memang cenderung enggan jika diminta swab.

Padahal, sasaran awal swab massif ini adalah kelompok ibu hamil, lanjut usia, dan mereka yang memiliki comorbit (penyakit penyerta). Namun dari jumlah kelompok masyarakat ini juga tidak semuanya bersedia dilakukan swab.

”Jumlah swab masif yang bisa dilakukan sampai sejauh ini memang baru mencapai 50 sampai 70 persen dari yang seharusnya dalam setiap pekannya. Hal ini tentu mempengaruhi keakuratan dalam menetukan situasi yang sebenarnya terjadi terkait perkembangan penularan Covid-19 di Jepara,” ujar dr M Fahrudin, Selasa (10/11/2020).

 

View this post on Instagram

 

Jajaran pemerintah, kepolisian, tenaga medis, hingga lembaga kemasyarakatan bersatu untuk menangani kasus Covid-19 ini. Sejumlah upaya untuk menghambat dan memutus angka pertumbuhan penyebaran virus corona dilakukan. Diantaranya adalah membatasi pergerakan masyarakat dengan social distancing. Social distancing ini menghimbau masyarakat untuk membatasi untuk beraktivitas di luar rumah. Akhirnya banyak sejumlah aktivitas dialihkan untuk dilakukan cukup dari rumah, seperti bekerja, sekolah, ibadah, dan sejumlah aktivitas lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan sebagian orang yang harus terpaksa keluar rumah untuk melaksanakan tugas yang penting, seperti bekerja, berbelanja kebutuhan, hingga berobat ke fasilitas kesehatan. Selalu berusaha menjaga diri, kesehatan, serta kebersihan jika terpaksa keluar rumah. Berikut protokol kesehatan yang harus dilakukan jika terpaksa harus keluar rumah. #indonesia #jawatengah #murianews #murianewscom #berita #news #foto #jurnalis #wartawan #instagram #instagood #instapic #indonesiahits #indonesianews #kabarnasional #indonesiaupdate #kabarindonesia #infonasional #infoindonesia #viral #protokolkesehatan #keluarrumah #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Terkait hal ini, Tim Ahli Satuan Covid-19 Jepara juga sudah menyampaikan rekomendasi agar dilakukan beberapa langkah-langkah terkait perkembangan yang ada di Jepara. Di antaranya adalah melakukan swab masif terhadap para guru dan pegawai di sekolah-sekolah yang ada di Jepara.

Ia berharap semua sekolah harus dipastikan para guru dan pegawai tidak ada yang terkonfirmasi positif covid. Jika ada maka kegiatan di sekolah yang bersangkutan harus dihentikan total selama setidaknya dua pekan.

”Namun jika tidak ada temuan kasus, maka kegiatan sekolah diperkenankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi,” ungkapnya.

Di Kabupaten Jepara menurut dr M Fakhrudin, memang masih diberlakukan sistem pembelajaran daring (online). Namun dalam kenyataannya, saat ini sudah ada sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan pembelajaran secara luring.

Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah yang jelas untuk mengantipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Selain sekolah-sekolah, pihaknya juga merekomendasikan untuk melakukan swab masif terhadap aparat-aparat yang bergerak di layanan publik. Kemudian aparat yang bergerak di Satuan Tugas Covid 19 Jepara.

“Rekomendasi Tim Ahli yang disampaikan bukan untuk memenuhi target program swab masif, tapi memang didasarkan sebagai bagian penyelamatan dan perlindungan kesehatan warga. Khususnya di sekolah-sekolah, saat ini secara resmi memang belum boleh luring. Tapi pratiknya sudah ada yang melakukan luring,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...