Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Pengungsi Merapi di Magelang Jalani Rapid Test

MURIANEWS, Magelang – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi level III atau Siaga. Peningkatan aktivitas Merapi ini membuat warga yang bermukim di sekitar gunung ini melai mengungsi.

Di antaranya warga dari Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Sekitar 200 warga dari desa ini mulai dievakuasi dan diungsikan ke Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Minggu (8/11/2020) kemarin.

Saat tiba di pengungsian, warga langsung menjalani rapid test untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, dalam proses pengungsian tersebut, pihaknya menemukan beberapa warga yang sakit. Mereka langsung dilarikan ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

”Sedang bagi pengungsi yang sehat, tetap dilakukan pengecekan kesehatan dan tes cepat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” katanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Saat ini pengungsi dari warga Desa Keningar di tampung di dua titik, yakni di SD Negeri Ngrajek 1  dan rumah Kepala Desa Ngrajek.

Ia mengimbau kepada warga lainnya yang berada pada Kawasan Rawan Bencana  (KRB) III untuk tetap tenang sambil memantau perkembangan Merapi dari sumber yang terpercaya, yakni BPPTKG. Meski demikian, warga juga harus tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

“Tadi beberapa warga desa lainnya juga bertanya apakah mereka juga perlu mengungsi. Maka saya berikan penjelasan dan menjalin komunikasi dengan mereka agar tidak bingung,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Sunaryo mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, warga harus melakukan tes cepat sebelum masuk ke tempat pengungsian.

Baca: Waspada Erupsi Merapi, Warga di Dua Dusun Desa Keningar Magelang Diungsikan

Sunaryo menyebut, warga yang hasil tes cepatnya reaktif akan dirujuk ke RSUD Merah Putih yang sudah dipersiapkan dengan kapasitas 33-40 tempat tidur.

“Untuk beberapa warga pengungsi yang teridentifikasi reaktif kemarin sudah dilakukan swab, namun kami juga masih menunggu hasilnya karena butuh waktu dua hingga tiga hari,” pungkas Sunaryo.

Sementara itu, Gubernur Jateng ganjar Pranowo meminta warga di skeitar Merapi untuk tidak panik. Kendati demikian, warga tetap diminta waspada guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya kira masyarakat terdekat pasti sudah sangat paham soal ini, hanya kita tinggal bersama-sama saling mengingatkan dan saling memantau. Siapkan alat transportasi dan barang berharga agar bisa dibawa ke tempat pengungsian jika terjadi erupsi,” tegasnya.

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...