Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penggilingan Gula Merah di Jepara Ludes Terbakar, Diduga Berasal dari Putung Rokok

MURIANEWS, Jepara – Kebakaran besar meludeskan sebuah gudang penggilingan gula tradisional di Desa Geneng, Batealit, Jepara, pada Minggu (8/11/2020) malam. Si jago merah yang menggila baru berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Jepara, menjelang tengah malam.

Penggilingan gula merah tersebut diketahui milik Sulikan, warga Desa Geneng, RT 9 RW 2, Batealit, Jepara.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran di Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara, Surana membenarkan hal ini. Kejadiannya berlangsung pada Minggu (8/11/2020) petang.

Untuk mengatasi kejadian ini pihaknya mengirimkan dua mobil pemadam kebakaran dari Pospompa Kalinyamatan dan Markas Komanda Pemadam Kebakaran Jepara. Selain itu juga dikerahkan tiga unit mobil tangki penyuplai air.

Sampai menjelang tengah malam, kebakaran tersebut akhirnya baru bisa ditangani. Lokasi kebakaran yang berada di area kebun tebu, membuat api mudah terbakar. Apalagi banyak daun tebu kering yang berada di lokasi kejadian.

Penggilingan gula tradisional tersebut memang berada di lokasi relatif terbuka. Sehingga hembusan angin dengan cepat membuat api berkobar menjadi besar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasinya juga relative berada agak jauh dari pemukiman warga. Sehingga kami lebih fokus dalam upaya melokalisir agar api tidak merembet mengingat disekelilingnya adalah kebun tebu,” ujar Surana memberikan penjelasan, Senin (9/11/2020).

Surana juga menjelaskan, berdasarkan keterangan Sulikan, pemilik penggilingan tebu, kerugian dari kejadian ini mencapai Rp 200 juta. Selain bangunan, kebakaran ini juga menimbulkan kerusakan dari mesin penggiling yang berada di lokasi.

Kejadian ini sendiri diketahui oleh warga pada sekitar jam 17.00 WIB. Regu Pemadam Kebakaran tiba dilokasi sekitar 30 menit kemudian. Karena api semakin membesar, akhirnya dikirimkan bantuan mobil pemadam dari Jepara.

Sedangkan untuk penyebab kebakaran, Surana menduga dikarenakan ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan. Akibatnya putung rokok tersebut menyulut dedaunan kering di sekitar lokasi.

Apalagi sekitar lokasi, dalam beberapa pekan ini memang cukup ramai dikunjungi warga. Mereka biasanya datang untuk melihat atau memainkan sowangan atau layang-layang.

“Dugaan sementara, kebakaran ini kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kebetulan di lokasi ada banyak daun tebu kering dan mudah terbakar. Setiap sore, memang ada banyak orang yang datang untuk main sowangan atau sekedar melihat sowangan,” jelas Surana.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.