Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Efek Libur Panjang Akhir Oktober, Muncul 42 Kasus Corona Baru di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus kembali mencatat adanya lonjakan kasus yang signifikan pada Minggu (9/11/2020) malam. Yakni ada sebanyak 42 kasus pasien baru yang keseluruhannya berasal dari dalam wilayah.

Juru Bicara GTPP Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, lonjakan kasus tersebut merupakan dampak dari libur panjang yang terjadi dua pekan yang lalu.

“Banyak yang abai akan protokol kesehatan saat libur panjang kemarin, perlu ada evaluasi pendisiplinan protokol kesehatan,” ucap Andini, Senin (9/11/2020) pagi.

Sebagian bersar pasien tersebut, kata Andini, kini tengah menjalani isolasi mandiri. “Mereka yang tak bergejala dan tak memiliki penyakit penyerta diperbolehkan menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara para pasien yang memiliki gejala berat dan penyakit penyerta, kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan corona di Kabupaten Kudus.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

“Kami berusaha sekuat tenaga untuk menaikkan angka kesembuhan pasien dan menekan angka kematian akibat corona,” ujarnya.

Sementara untuk sebaran ke 42 pasien baru, adalah merata di semua kecamatan. Dengan yang paling banyak adalah di Kecamatan Jati delapan orang, disusul Kecamatan Kota tujuh orang, Kecamatan Mejobo dan Bae enam orang dan Kecamatan Kaliwungu lima orang.

“Serta masing-masing dua orang dari Kecamatan Dawe, Jekulo, dan Undaan,” rinci Andini.

Pihaknya pun mewanti-wanti agar masyarakat Kudus bisa terus menerapkan protokol kesehatan yang ada. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang dianjurkan, hingga menjaga jarak ketika di kerumunan.

“Dan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sehingga daya tahan tubuh terhadap COVID-19 selalu optimal,” kata dia.

Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah sudah menyentuh angka 2.169 kasus. Di mana ada sebanyak 50 pasien menjalani perawatan, 112 pasien menjalani isolasi mandiri, dan ada sebanyak 1.766 pasien yang sudah sembuh dari corona.

“Sementara ada 241 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...