Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bukan Atlet, Enam Goweser Cantik Penempuh 1.000 KM Jakarta-Bali Ternyata Ibu Rumah Tangga

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor di Indonesia terdampak, tak terkecuali sektor pariwisata. Namun memasuki masa kehidupan dengan kebiasaan baru (New Normal) sejumlah destinasi wisata sudah mulai beroperasi.

Untuk mengkampanyekan memulihkan pariwisata itu, enam goweser cantik Woman’s Cycling Community (WCC) Bali punya cara yang unik. Yakni, dengan bersepeda sejauh 1.000 kilometer dengan rute Jakarta – Bandung – Cirebon – Tegal – Pekalongan – Semarang – Kudus – Tuban – Surabaya – Probolinggo – Situbondo – Gilimanuk – hingga Denpasar.

Menariknya lagi, keenam goweser cantik ini bukan berasal dari kalangan atlet. Keenamnya merupakan para ibu rumah tangga yang tergugah untuk membantu memulihkan pariwisata di Pulau Dewata.

Baca: Bawa Misi Pulihkan Wisata Bali, Enam Goweser Cantik Penempuh 1.000 KM Jakarta-Bali Singgah di Kudus

Ketua WCC Bali Trilara Prasetya Rina mengatakan, WCC Bali mengemban misi untuk membantu memulihkan bali yang kini sedang terpuruk oleh pandemi. Di mana sektor pariwisata di sana kolabs hingga 90 persen dan mengakibatkan banyak pengangguran.

“Imbas terpuruknya sektor pariwisata di Bali, banyak orang yang tidak bekerja dan hanya berdiam diri di rumah hingga membuat perusahaan – perusahaan tutup. Kami sebagai komunitas peduli itu dan ini kami perjuangkan dengan cara kampanye ini,” katanya.

Enam goweser dari WCC yang menempuh jarak 1.000 km Jakarta-Bali berfoto bersama saat mampir di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Aulia Rahman)

Perjalananya sendiri dimulai sejak 1 November dari Jakarta, dan perkiraan akan finish menuju Bali pada 14 November 2020. Selain enam personel yang melakukan perjalanan 1.000 kilometer, ada juga dua ofisial perempuan yang mempersiapkan logistik dan satu orang laki – laki (Marshal) yang memakai motor.

“Kami semua tidak punya basic atlet, hanya ibu rumah tangga yang hobi bersepeda dan latihan rutin kemudian menjadi kebutuhan sehari – hari. Kami berenam berusia berkisar 30 tahun hingga 50 tahun, ungkapnya.

Perjalanan 1.000 kilometer tersebut menurutnya memang cukup menantang. Kesulitanya sendiri, lanjut perempuan yang akrab disapa Lara ini, terdapat pada musim cuaca yang sering berubah – ubah.

Baca: WCC Kudus, Komunitas Perempuan-Perempuan Kece yang Hobi Ngontel

“Kalau boleh jujur kendalanya ada di cuaca yang sangat panas, terlebih ini pergantian musim. Terkait jalan juga harus hati – hati jika ada yang rusak, sebab akan berpengaruh pada roda. Tapi terkait teknis tidak ada masalah bisa diatasi,” tegasnya.

Dengan kampanye ini pihaknya berharap dengan adanya jaringan komunitas di tiap regional, yang nantinya akan menyuarakan saat ini Bali sudah aman, dengan tetap mengedepankan standar protokol kesehatan. Dan juga perempuan Indonesia berani bersepeda untuk memulai hidup sehat.

“Kami berharap bali lekas pulih dan perekonomian bisa kembali normal. Teman – teman perempuan Indonesia setidaknya harus berani mencoba untuk bersepeda,” tandasnya.

 

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...