Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Semua Pondok Pesantren di Kudus Diminta Disiplin Prokes Agar Tak Jadi Klaster Corona

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menginstruksikan semua pondok pesantren di Kabupaten Kudus untuk terus mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes).

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya klaster corona di area pondok pesantren.

“Para pengasuh ponpes serta para santri agar selalu mendisiplinkan protokol kesehatan untuk menghindari klaster baru di lingkungan pondok,” ucap Hartopo, Sabtu (7/11/2020) pagi.

Lebih lanjut, Hartopo mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi kunci utama dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Misalnya, pengecekan suhu badan sebelum santri masuk kelas, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan memakai masker. Bahkan, lanjut dia ketika aktivitas makan, para santri juga diminta untuk tetap waspada.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

“Cukup konsentrasi hanya untuk makan saja tidak perlu berbicara dengan teman. Kalau bicara, baru pakai masker atau faceshield, Saya lihat juga penerapan Prokes disini sangat baik,” ujarnya.

Pemkab Kudus sendiri, kata dia, telah menggelontorkan sebanyak Rp 1,7 miliar untuk pencegahan penularan virus corona di semua ponpes di Kudus. Walau memang, anggaran tersebut mengalami keterlambatan pencairan.

“Bukan karena disengaja, namun karena alokasi anggaran terkait bantuan ponpes harus melalui birokrasi yang bertahap serta perlu pengkajian,” terangnya.

Sementara Sekretaris RMI Kudus Khifni Nasif mengatakan, bantuan tersebut memang sudah ditunggu para pengasuh pondok pesantren.

Sementara terkait penerapan protokol kesehatan di wilayah pondok pesantren, pihaknya pun berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkannya.

“Semaksimal mungkin kami terapkan, mulai mencuci tangan, memakai masker, dan tidak berkerumun yang tidak diperlukan,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...