Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Edarkan Obat Palsu, Dua Warga Demak Ditangkap Polres Jepara

MURIANEWS, Jepara – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Jepara menangkap dua warga Wedubg Demak yang diduga melakukan penjualan/pengedaran obat-obat palsu. Dua warga berinisial MUA (25) dan AW (31) bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya disangka telah melakukan perbuatan pidana karena melanggar pasal 196 jungto pasal 197 Undang-Undang RI No36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarto melakukan gelar perkara mengatakan, kedua tersangka tersebut ditangkap sepekan lalu. Penangkapan berawal saat Satnarkoba Polres Jepara mencokok tersangka MUA, di kontrakannya di Kelurahan Saripan, Jepara. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat dan penyelidikan yang dilakukan.

Dari kontrakan MUA, petugas menemukan kurang lebih dari 30 ribu obat dalam bentuk kapsul. Obat-obat tersebut dipastikan tidak memiliki izin produksi dan izin pembuatan yang diatur dalam UU Kesehatan. Atas dasar itu, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap MUA, dan melakukan pengembangan kasusnya.

Petugas menunjukkan obat-obatan palsu yang diedarkan kedua tersangka. (MURIANEWS/Budi Erje)

“Dari tersangka MUA ini, kami kemudian diarahkan kepada tersangka AW. Orang ini disebutkan sebagai pihak yang memasok barang-barang yang ditemukan di kamar kontrakan di Kelurahan Siripan. Kami akhirnya juga melakukan penahanan terhadap AW ini. AW sendiri mengaku mendapatkan obat-obat itu dari jual beli online,” ujar AKBP Aris Tri Yunarto, Jumat (6/11/2020).

Kasus ini menurut AKBP Aris Tri Yunarto, masih akan terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan besar yang menaungi kegiatan ilegal di Jepara ini.

Barang bukti yang disita meliputi kapsul-kapsul yang disebut sebagai obat kuat, obat pelangsing, obat diabetes, dan obat-obat lainnya. Selain itu, petugas juga menyita botol-botol plastik kecil, kertas dan stiker label yang digunakan untuk mengemas obat-obat tersebut.

Sementara itu, tersangka MUA menyatakan dirinya selama dua pekan terakhir ini hanya bertugas mengemas obat-obat yang dipasok oleh AW. Dirinya juga menyiapkan botol-botol plastik, dan karton pembungkus yang digunakan untuk mengemas obat-obat tersebut. Kemudian melalui jaringan online, obat-obat itu dijual ke pembeli.

“Selama dua minggu sudah mendapatkan omzet sebesar Rp 8 Juta. Saya baru dua minggu ini membantu mengemas dan menjualnya melalui online. Hanya seperti itu tugasnya,” ujar MUA dihadapan para wartawan.

Sedangkan, tersangka AW mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari jual beli online. Dirinya tidak mengetahui pasti bagaimana obat tersebut dibuat. Juga di mana obat-obat tersebut dibuat.

Setelah mendapatkan dari pasar online, dirinya mengirimkan ke kontrakan MUA, untuk kemudian dikemas dan diedarkan.

“Penjualannya juga kami lakukan melalui sistem online. Kami tidak tau kalau obatnya tidak berizin,” kata AW, dalam kesempatan yang sama.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...