Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Limbah Medis Covid Dibuang Kemana? Ini Penjelasan Direktur RS Aisyiyah Kudus

MURIANEWS, Kudus – Penanganan limbah medis tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara khusus untuk membuang limbah medis. Termasuk limbah bekas penanganan pasien Covid-19.

Direktur RS Aisyiyah Kudus, Hilal Ariadi mengatakan, limbah medis memiliki level risiko yang berbeda. Hal itu bergantung pada level alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga medis. Ada tiga level APD.

APD level satu itu terdiri dari masker bedah, sarung tangan, dan baju kerja bebas. Biasanya perlengkapan itu dipakai oleh pegawai rumah sakit yang tidak langsung kontak dengan pasien. Yakni petugas resepsionis atau kasir.

Lalu, ada APD level dua. Terdiri dari gown, masker bedah, sarung tangan, dan penutup kepala. Biasanya digunakan oleh petugas radiologi, petugas laboratorium, dokter di masing-masing poli, dan perawat di ruang nonpasien Covid-19.

Kemudian, untuk APD level tiga meliputi baju hazmat, masker N95, penutup kepala, sarung tangan panjang, sepatu boot, face shield, dan kacamata google. Perlengkapan level tiga itu diperuntukkan bagi tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi, ruang pengambilan swab, dan ruang pemulasaran jenazah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Hilal Ariadi mengatakan, limbah medis tidak boleh ditangani sembarangan. Oleh sebab itu, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga, PT ARAH Environmental Indonesia, Kecamatan Pulokarto, Kabupaten Sukoharjo.

“Limbah medis level satu sampai tiga itu sekali pakai. Setelah dipakai langsung dimasukkan ke tempat infeksius. Pengelolaannya dengan pihak ketiga,” katanya, Jumat (06/11/2020).

Menurut dia ada beberapa tahapan yang dilalui. Mulai dari dibungkus plastik, disemprot, dan dibuang di tempat sampah khusus limbah medis. Setelah itu diserahkan dengan pihak ketiga.

Dalam sepekan, PT ARAH Environmental Indonesia mengambil limbah medis sebanyak tiga kali ke RS Aisyiyah. Jumlah limbah medis per harinya sekitar 250 sampai 300 kilogram bergantung pada jumlah pasien.

“Setelah dibawa, pihak ketiga nanti mereka yang mengurus. Kalau kami tidak tahu pengelolaan limbah medis itu seperti apa. Yang mengurus dari pihak ketiga itu langsung,” sambungnya.

Menurut dia, prosedur tersebut harus dilakukan karena limbah medis merupakan limbah infeksius yang berpotensi menular.

“Tak hanya proses pembuangan yang kami lakukan sesuai prosedur. Untuk proses pemakaian APD sampai kami serahkan pihak ketiga itu kami diawasi oleh Komite Pencegahan Penularan Infeksi RS Aisyiyah,” terang Hilal.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...