Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sebulan Bisa Dua Kali, BLT Dana Desa Tahap Tujuh Hingga Sembilan di Kudus Diharap Mulai Cair Bulan Ini

MURIANEWS, Kudus – Proses pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa tahap tujuh hingga sembilan di Kabupaten Kudus diharapkan bisa berjalan November 2020 ini. Hal tersebut dilakukan agar pencairannya tak melebihi akhir tahun di Desember 2020 mendatang.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Dian Tamzis mengatakan, pencairan di bulan November bisa saja dilakukan sebanyak dua kali.

“Sehingga akan memasuki pencairan tahap sembilan di bulan Desember mendatang,” katanya, Jumat (6/11/2020).

Dian menambahkan, tiap desa bisa mencairkan dua atau amalah tiga kali dalam sebulan. Namun memang, tidak bisa dicairkan dalam satu kali pemberian. Pencairan bisa dilakukan setelah Pemdes mencairkan tahap demi tahap.

“Dinas mendorong pencairan bisa dilakukan November ini, pemberiannya bisa satu bulan dua kali,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dia, masih ada sejumlah desa yang tengah melakukan pencairahan Dana Desa tahap keenam. Setelah rampung, pemdes kemudian melaksanakan pembahasan perubahan Dana Desa.

Tahapan ini dilakukan untuk pencairan Blt Dana Desa tahap lanjutnya. “Untuk saat ini belum ada penyaluran, ada yang masih musdes ada juga yang baru mencairkan tahap enam, “ lanjutnya.

Dian pun memastikan, semua desa di Kabupaten Kudus bisa mencairkan BLT Dana Desa tahap tujuh hingga sembilan. Dengan nominal per kepala keluarga mencapai Rp 300 ribu.

Untuk diketahui, jumlah penerima bantuan di masing-masing desa, memang berbeda-beda. Tergantung Dana Desa yang dimiliki masing-masing desa.

Untuk Dana Desa di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen dialokasikan BLT. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai dengan Rp 1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...