Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pesantren di Kudus Dikucuri Dana Rp 1,7 Miliar untuk Tangkal Corona

MURIANEWS, Kudus – Pondok pesantren di Kabupaten Kudus diberi anggaran sebesar Rp 1,7 miliar untuk menangkal klaster corona masuk di pondok pesantren. Dana tersebut bisa dimanfaatkan 112 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) Kudus.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, prosesnya memang sedikit lama. Tapi yang terpenting menurut dia, pondok pesantren di Kudus khususnya yang terdaftar kini bisa memanfaatkan dana yang bersifat hibah tersebut.

“Dan yang paling penting sampai saat ini, belum ada klaster corona di pondok pesantren,” kata Mukhasiron, Jumat (6/11/2020).

Sebelumnya, anggaran yang diajukan pihak Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang membawahi ponpes-ponpes di Kudus sekitar Rp 3 miliar.

Setelah di-review Inspektorat mengahsilkan nominal final menjadi Rp 1,7 miliar. “Itu sumbernya dari APBD, mudah-mudahan bisa tercukupi,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MURIANEWS (@murianewscom) on

Nantinya, lanjut Mukhasiron, masing-masing pondok pesantren akan mendapatkan nominal yang berbeda-beda. Tergantung dengan jumlah santri yang berada di ponpes tersebut.

“Jadi antara ponpes satu dan lainnya berbeda, bantuannya bisa berbentuk barang atau uang,” kata dia.

Mukhasiron menambahkkan, pesantren memang jadi wilayah yang rawann terkena corona. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan lebih perihal ini.

Sementara Sekretaris RMI Kudus Khifni Nasif mengatakan, bantuan tersebut memang sudah ditunggu para pengasuh pondok pesantren.  “Alhamdulillah, terima kasih pada Pemkab Kudus yang sudah merealisasikan bantuan ini,” kata dia.

Sementara terkait penerapan protokol kesehatan di wilayah pondok pesantren, pihaknya pun berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkannya. Walau memang sedikit sulit diterapkan.

“Semaksimal mungkin kami terapkan, mulai mencuci tangan, memakai masker, dan tidak berkerumun yang tidak diperlukan,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...