Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Enam Orang di Semarang Reaktif Covid-19 saat Terjaring Razia Masker

MURIANEWS, Semarang – Enam orang dinyatakan reaktif Covid-19 saat terjaring razia operasi penerapan protokol kesehatan di Jalan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kamis (5/11/2020).

Keenamnya, akan menjalani test polymerase chain reaction (PCR) atau swab test oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Jika hasil swab-nya positif Covid-19, mereka pun akan langsung dibawa ke Rumah Dinas Wali Kota Semarang untuk menjalani karantina.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwanto mengatakan, dari hasil razia tersebut sebenarnya didapati 117 orang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak memakai masker. Para pelanggar ini pun langsung mendapat sanksi serta diwajibkan menjalani tes berupa rapid test.

“Dari 117 orang itu, sekitar 49 yang diminta menjalani rapid test. Hasilnya 42 orang dinyatakan nonreaktif. Sementara yang enam orang reaktif Covid-19,” ujar Fajar seperti dikutip Solopos.com.

Sementara itu, disinggung tentang hasil razia di kawasan Sambiroto itu, Fajar mengaku sangat kecewa. Hal itu dikarenakan cukup banyak warga yang terjaring razia karena tidak memakai masker. Apalagi, jumlah warga yang melanggar tergolong lebih banyak dibanding tempat lain.

“Sambiroto itu masih zona merah (penyebaran Covid-19), tapi masih banyak yang menyepelekan dengan tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal, kita menargetkan Desember Kota Semarang sudah zona hijau,” tuturnya.

Para pelanggar yang terjaring razia langsung diberikan sanksi sosial. Beberapa di antaranya diberi hukuman membersihkan kompleks permakaman umum Sasonoloyo di Kelurahan Sambiroto. Selain memberikan sanksi, dalam operasi itu Satpol PP Kota Semarang juga memberikan reward berupa paket sembako.

“Total ada 40 orang yang kita beri paket sembako sebagai bentuk penghargaan karena mematuhi protokol kesehatan. Sementara yang melanggar kita suruh membersihkan makam sebagai pengingat korban Covid-19 yang sudah meninggal,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...