Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Taman Tanggulangin Kudus Kehilangan Pesona dan Banyak Kursi Berkarat

MURIANEWS, Kudus – Taman Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus kondisinya saat ini terhalang jembatan. Taman yang berada di gerbang masuk Kudus itu pun kehilangan pesona dan tak lagi dilirik warga.

Tak hanya itu, sejumlah sarana di taman seperti kursi juga banyak yang mulai berkarat.

Kendati begitu Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus belum memiliki anggaran untuk perbaikan.

Dari pengamatanan MURIANEWS, ada empat blok kursi berwarna cokelat yang terdapat di Taman Tanggulangin. Masing-masing blok diisi delapan kursi. Beberapa kursi tampak berkarat. Goresan-goresan tangan jahil juga terlihat di beberapa kursi.

Deretan kursi di Taman Tanggulangin, Jati, Kudus terlihat berlubang dan berkarat. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Kabid Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas PKPLH Kudus Suparmin mengatakan, semenjak Taman Tanggulangin terhalang oleh jembatan Tanggulangin, minat masyarakat untuk berkunjung menjadi minim.

“Fungsi tamannya terhalang jembatan. Semenjak itu keinginan masyarakat untuk berkunjung menjadi berkurang,” katanya, Jumat (06/11/2020).

Ditanya soal anggaran perawatan fisik, Suparmin belum dapat memastikan apakah nantinya ada penganggaran lewat APBD 2021 atau tidak.

Meski demikian, pihaknya menyatakan sudah mengajukan, namun perihal realisasinya belum bisa dipastikan. Pun saat ditanya nominal yang dibutuhkan untuk memperbaiki fisik Taman Tanggulangin pihaknya bisa memastikan.

“Pengusulan kami lakukan. Tetapi apakah nantinya ada penganggaran atau tidak kami belum tahu,” ujar Suparmin.

Suparmin berharap Taman Tanggulangin bisa menjadi lebih bersih dan lebih baik lagi. “Taman Tanggulangin itu kan jadi gerbang masuk Kudus harapannya bisa lebih bersih dan lebih baik lagi,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...