Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi, Dua Perusahaan di Kudus Tutup dan Puluhan Karyawan Kena PHK

MURIANEWS, Kudus – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus mencatat, dampak pandemi corona menyebabkan dua perusahaan di Kudus terpaksa harus tutup. Puluhan karyawan akhirnya terkena PHK.

Dua perusahaan yang tutup itu menurut kata Kabid Hubungan Industrial dan Persilisihan Tenaga Kerja pada Disnaker Perinkop UKM Agus Juanto yakni perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Gondoharum yang bergerak di bidang garmen (tali dan sol sepatu.

“Terus ada lagi perusahaan yang dinyatakan tutup itu perusahaan pengecoran di Jalan Lingkar Selatan Kudus,” katanya, Kamis (05/11/2020.

Pada perusahaan di Gondoharum sendiri, Lanjut Agus, saat itu memang belum sepenuhnya beroperasi dan berproduksi. Namun sudah ada 17 pekerja, seperti tenaga kebersihan yang kontraknya pun akhirnya harus diakhiri.

Sedangkan, di perusahaan pengecoran yang ada di Jalan Lingkar Selatan, saat itu terdampak karena proyek–proyek pemerintah saat pandemi tidak berjalan, seperti proyek pengecoran jalan desa. Akhirnya perusaahan itu tutup.

“Di sana ada 18 orang yang diPHK, karena operasionalnya sudah tutup atau off. Tapi terkait kewajiban dan tugas perusahaan semuanya sudah selesai,” ujarnya.

Selain itu beberapa perusahaan di Kudus juga ada yang merumahkan beberapa karyawanya, seperti hotel, restoran hingga toko oleh–oleh.

“Hotel malah kemarin merumahkannya lama, hotelnya masih buka tapi yang bekerja itu sebagian petugas bersih-bersih. Yang petugas kamar itu banyak yang dirumahkan. Awal pandemi Mubarok Food juga merumahkan beberapa tenaga kerja. Jualnya kan oleh–oleh itu sama sekali tidak laku, karena saat awal pandemi orang mau pergi kan tidak bisa dan takut,” jelasnya.

Meski demikian, menurutnya perekonomian di berbagai perusaahan saat ini sudah kembali bergeliat. Industri rokok sendiri menurutya tidak begitu berdampak dengan adanya pandemi.

“Rokok itu tidak ada dampak, malah kita tahu sendiri seperti PT Djarum merekrut banyak karyawan, bahkan usia 40 tahun pun masih diterima. Karena kurangnya pencari kerja yang berminat bekerja di bidang rokok,” ucapnya.

Terpisah, Plt Kepala Disnaker Kudus Marti mengatakan, beberapa waktu lalu beberapa perusahaan yang bergerak di bidang garmen hingga elektronik memang terdampak. Tapi untuk perusahaan industri rokok di Kudus menurutnya masih relatif stabil.

“Beberapa karyawan yang sempat dirumahkan di awal pandemi, kebanyakan sekarang sudah mulai bekerja kembali,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...