Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ciptakan Smart Braille untuk Tunanetra, Dua Mahasiswa UMK Raih Medali Emas di WICE 2020

MURIANEWS, Kudus – Dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil meraih medali emas di ajang World Invention Competition & Exhibition (WICE) 2020.

Wice 2020 sendiri dihelat oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan SEGi Group of College Malaysia pada pertengahan September 2020 lalu di Malaysia.

Dua mahasiswa tersebut yakni Fransaskia Cindy Dewanti (20) mahasiswi semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Eko Adi Wicaksono mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester lima.

Dalam ajang tersebut, diikuti 100 tim dari 12 negara. Mereka mulai dari pelajar hingga mahasiswa menunjukkan hasil karyanya di ajang WICE tersebut.

Dua mahasiswa UMK ini mengusung karya berupa media pembelajaran untuk anak-anak penyandang tunanetra yang dinamakan Smart Braille.

“Kami membuat Smart Braile karena di masa pandemi ini berpengaruh pada sektor pendidikan. Alat yang kami buat ini untuk mendukung anak tunanetra khususnya kelas satu atau kelas dua SD saat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ),” kata Fransaskia Cindy Dewanti, Kamis (5/10/2020).

Ia sendiri sudah menguji coba Smart Braille tersebut ke sepuluh anak penyandang tunanetra di Kudus. Alhasil, lanjut Cindy, anak-anak tersebut sangat antusias dan terbantu dengan adanya alat tersebut.

“Setelah kami uji coba, kami mengikuti WICE 2020 yang dimulai 12 September 2020 lalu melalui daring. Kami mempresentasikan hingga menunjukkan cara kerja alat itu. Dan kami berhasil meraih medali emas,” ungkapnya.

Sementara Eko Adi Wicaksono mengatakan, sistem kerja Smart Braile sendiri, huruf braille yang dipadukan dengan rangkaian adruino yang bisa mengeluarkan suara saat huruf braille tersebut dipencet. Selain itu, terdapat dua bahasa di Smart Braile itu, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Kami menggunakan akrilik untuk bahan utamanya, huruf braille menggunakan mata boneka dengan diameter empat millimeter. Kami juga menggunakan standar international untuk huruf. Di ujung Smart Braille terdapat tombol bilingual yang bisa untuk mengganti bahasa. Jadi selain bisa belajar menggunakan bahasa Indonesia juga bisa belajar bahasa Inggis,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...