Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Macan Tutul yang Huni Hutan Muria Diperkirakan Jumlahnya Ada Belasan Ekor

MURIANEWS, Kudus – Kawasan Pegunungan Muria yang meliputi Kudus, Pati dan Jepara saat ini masih dihuni macan tutul. Jumlahnya ditaksir antara 13-16 ekor yang tersebar di sejumlah titik hutan Muria.

Jumlah itu didasarkan pada data peneliti dengan memasang camera trap sejak setahun lalu. Rudi Zapariza dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara mengatakan, dari hasil penelitiannya setidaknya ada 13 macan tutul yang terekam di hutan Muria.

“Dari hasil memasang 27 camera trap itu kami menemukan 13 populasi macan tutul. Tapi jumlah itu bisa lebih soalnya masih ada anak-anaknya juga masih kecil-kecil,” katanya, Kamis (05/11/2020).

Lebih lanjut, Rudi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan 13 macan tutul itu jenis jantan atau betina.

Ditanya soal kapan melanjutkan penelitian kembali, Rudi mengaku belum tahu. Menurutnya wilayah Pegunungan Muria menjadi tanggung jawab bersama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Perhutani.

“Sampai saat ini belum tahu lagi kapan akan mengadakan penelitian lagi. Belum ada info lanjutan dari BKSDA juga,” terangnya.

Menurut Rudi populasi macan tutul harus dilestarikan. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak berburu babi dan rusa yang notabene merupakan makanan macan tutul.

“Karena kalau populasi babi dan rusa habis, macan tutul tidak lagi memiliki makanan. Jadi seperti rantai makanan gitu,” harapnya.

Terpisah, Kepala BKSDA Jawa Tengah Darmanto mengatakan, berdasarkan camera trap yang dipasang sejak 2017 sampai 2019 itu terekam ada 16 macan tutul.

“Kami kan juga pasang camera trap. Nah sejak 2017 sampai 2019 itu kami temukan 16 macan tutul,” katanya saat dihubungi MURIANEWS, Kamis (05/11/2020).

Menurut dia, ketersediaan mangsa untuk macan tutul di hutan Muria masih ada. Mulai dari babi, rusa, tikus, monyet, dan ayam hutan.  Lebih lanjut, Darmanto mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring.

“Tugas kami melakukan monitoring seperti perkembangan macan tutul dan memastikan ketersediaan pakan bagi macan tutul. Sejauh ini masih tersedia,” ujar dia.

Darmanto berharap masyarakat dapat hidup berdampingan dengan macan tutul. “Harapan kami manusia bisa hidup berdampingan. Jadi jangan berburu,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...