Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hutan Jati Wonosoco Jadi Inspirasi Melukis dan Hilangkan Jenuh Guru Seni di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah guru seni budaya SMP di Kabupaten Kudus punya cara unik tersendiri mengusir kejenuhan di era pembelajaran jarak jauh (PJJ). Yakni dengan cara menggelar kegiatan melukis on the spot di hutan jati Desa Wonosoco, Kudus, Rabu (4/10/2020).

Hal tersebut juga dilakukan sebagai ajang bertukar pikiran oleh para guru seni budaya di Kudus, mengenai cara ataupun metode pembelajaran melalui daring.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP Kabupaten Kudus, Hasan Sunarto mengatakan, kegiatan melukis on the spot merupakan upaya dalam mengusir kejenuhan pembelajaran daring di kalangan guru seni budaya.

“Kegiatan ini diikuti oleh 47 guru. Lokasi hutan jati kami pilih, sebab kawasan tersebut menyajikan udara segar dan terbuka. Tentunya kalau di kawasan terbuka protokol kesehatan seperti menjaga jarak bisa kami terapkan dengan maksimal,” katanya.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema Hutan Jati tersebut, pihaknya berhasil mengumpulkan 47 karya lukisan dan diberikan ke SMP Satu Atap Wonosoco sebagai tambahan koleksi.

“Karya kami ini diharapkan bisa menjadi media pembelajaran apresiasi seni lukis bagi siswa SMP Satu Atap Wonosoco,” ungkapnya.

Selain kegiatan menulis, kegiatan tersebut juga sebagai pelatihan kompetensi dan berbagi pengalaman metode pembelajaran daring pada mata pelajaran seni budaya. Terlebih, saat pandemi dan PJJ ini guru seni budaya harus berusaha ekstra dalam memberikan pemahaman kepada siswanya.

“Saya akui pembelajaran seni budaya, dengan sistem daring cukup sulit bagi kami. Sebab seni budaya merupakan mata pelajaran yang menitik beratkan pada aspek pembelajaran praktik bukan teori,” terangnya.

Terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para guru seni budaya. Pengasahan skill dan sharing metode pembelajaran, sangat penting dilakukan oleh para guru.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan suntikan semangat pada para guru, agar tidak patah arang dalam mengajar secara daring,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...